Inisiatifnews – Publik tengah dihebohkan dengan kasus temuan Satlantas Polres Bogor bahwa seorang pelajar bernama Kevin Kosasih kedapatan mengendarai mobil Fortuner berkelir hitam dengan plat nomor dinas Polisi.

Mendapati kabar tersebut, anggota Komisi III DPR RI, Arsul Sani, ikut angkat bicara. Ia pun meminta agar Kapolri Jenderal Polisi Muhammad Tito Karnavian memberi atensi agar kasus ini diusut tuntas.

space iklan
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

“Ya tentunya harus diusut tuntas. Kapolri juga perlu tertibkan pemberian dan penggunaan fasilitas nomor dinas Polri maupun fasilitas nomor dinas lainnya seperti RFS, RFJ dan lain-lain. Satu hal yang harus ditegaskan kembali adalah fasilitas nomor-nomor dinas tersebut hanya bisa diberikan kepada pejabat negara yang pantas secara keprotokoleran untuk diberikan. Harus ditegaskan bahwa mereka yang bukan pejabat negara dimaksud tidak boleh diberikan nomor-nomor khusus apalagi nomor dinas Polri,” kata Arsul kepada wartawan, Senin (3/6/2019).

Politikus PPP itu mengatakan kerap menyaksikan pihak sipil yang mendapatkan fasilitas seperti Kevin Kosasih. Arsul pun meminta pihak kepolisian untuk mengusut tuntas persoalan ini hingga ke akarnya.

Apalagi sejauh ini citra polisi masih terus disoroti oleh masyarakat, sehingga dikhawatirkan kondisi seperti ini akan semakin memperkeruh nama institusi Polri jika tidak segera dituntaskan.

“Tapi yang lebih penting adalah mengakhiri keadaan seperti itu sehingga tidak akan terulang lagi,” katanya.

“Saya sendiri yang anggota Komisi III DPR dimana Polri menjadi salah satu mitra kerja kementerian dan lembaga yang diawasinya tidak mendapatkan fasilitas nomor dinas Polri atau apapun seperti RFS, RFJ,” imbuh Arsul.

Arsul pun mengaku jengkel dengan persoalan yang hingga kini masih belum tuntas. Apalagi, dirinya juga seringkali melihat para warga sipil yang mendapatkan fasilitas yang tak seharusnya dimiliki dengan bebas itu bertingkah sewenang-wenang.

“Saya terus terang kadang-kadang jengkel ketika misalnya di airport melihat orang swasta yang hanya karena punya akses kepada pejabat polisi atau instansi terkait bisa dapat nomor polisi khusus seperti nomor dinas sehingga bisa parkir bukan di lapangan parkir sementara saya yang pejabat negara harus parkir di lapangan parkir seperti warga masyarakat lainnya,” tuturnya.

Perlu diketahui bahwa kasus ini ramai di media sosial (medsos) dan videonya jadi viral. Di video berdurasi 2 menit 45 detik ini polisi tampak menghentikan laju Fortuner warna hitam. Sesuai prosedur polisi meminta pengemudi membuka kaca dan menunjukkan kelengkapan surat berkendara. Peristiwa ini terjadi pada Sabtu (1/6) sekitar pukul 10.40 WIB.

Mobil Fortuner ini berwarna hitam dengan pelat dinas nomor 3553-07, lengkap dengan strobo dan rotator. Pada Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) Dinas No 00941 yang ditunjukkan pengemudi tertera atas nama Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia Staf Logistik (Slog Polri) dengan masa berlaku mulai 20 Maret 2019 sampai 19 Maret 2020.

Dari data yang tertera di SIM, pengemudi mobil ini bernama Kevin Kosasih kelahiran 1995 dan berstatus pelajar. Dia tinggal di kawasan Tangerang.

Berikut adalah video penangkapan pelajar pengendara mobil Fortuner berplat dinas Polisi di Jalur Puncak, Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

MOBIL POLISI DI TILANG POLISISebuah mobil Toyota Fortuner berplat polisi ditilang polisi di jalur puncak Bogor. Sopir yang ugal-ugalan ini membelah jalur layaknya polisi sedang mengatur lalulintas ini dikeluhkan pengguna jalan.Karena aduan masyarakat, mobil tersebut dikejar anggota Satlantas Polres Bogor. Tepat didepan RM Pondok Indah Raya Taman Safari Indonesia (TSI), kendaraan ini dapat dihentikan petugas yang berdiri ditengah jalan.Saat menepi, ternyata pengemudinya adalah seorang pelajar yang bersama seorang cewek.Kejadian ini berlangsung Sabtu, 01 Juni 2019, sekitar pukul 10.40 WIB. Anggota mendapati iring-iringan kendaraan menggunakan rotator , strobo dan plat dinas.Dari informasi yang didapat, kendaraan fortuner tersebut bahkan mengawal tiga kendaraan lain, yakni Rubicon warna abu-abu, Toyota Kijang Innova warna Hitam, dan satu lagi mobil warna Merah.Warga menuturkan, tepat di pasar atas Cisarua, depan Hotel Royal Safari Garden, pengguna jalan yang mengendarai sepeda motor melapor ke anggota, jika ada mobil polisi yang ugal ugalan.Laju mobil Fortuner warna Hitam doff dengan plat 3553-07 yang membelah jalan (contra flow) dengan ugal ugalan, layaknya polisi yang sedang bertugas awalnya diberhentikan oleh Bripka Yudo, anggota BM 22 Polres Bogor.Namun pengemudi tidak mau berhenti. Ia terus melanjutkan laju mobil. Pengejaran dimulai. Tepat didepan rumah makan Pondok Indah Raya, mobil tersebut di berhentikan oleh Kanit Turjawali Satlantas Polres Bogor, Ipda Danny.Polisi kaget, karena saat kaca mobil dibuka, pengemudi yang ugal-ugalan dan layaknya anggota yang sedang melakukan pengawalan ini, ternyata pelajar dan bukan anggota Polri.Belum ada keterangan resmi dari polisi, siapa pemuda pengendara mobil tersebut.Namun dari foto yang didapat, pengemudi mobil diketahui bernama Kv. Ia berstatus pelajar, tinggal di BSD Delatinos Centro Havana, Rawabuntu, Tangerang. SIM Kv bernomor 95111205972739 ini dikeluarkan Polda Metro Jaya

Dikirim oleh IWO Karawang pada Senin, 03 Juni 2019


[SOS]

space iklan