Anwar Usman
Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Anwar Usman.

Inisiatifnews – Jika merujuk pada jadwal dalam proses sengketa Pilpres 2019 oleh Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, mulai besok, Selasa (11/6) akan dimulai pencatatan pertama kali dokumen pendukung untuk materi persidangan perdana yang akan dimulai pada tanggal 14 Juni 2019. Namun sejauh ini narasi untuk mendelegitimasi proses konstitusi di MK masih terus disuarakan beberapa kalangan.

Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Anwar Usman memastikan, pihaknya akan bersikap netral dan independen dalam menggelar sidang sengketa hasil Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2019.

“Saya melalui media sudah bisa memastikan dan bisa meyakinkan bahwa independensi itu adalah hal yang tak bisa ditawar. Kami tetap istiqomah,” ujar Anwar saat ditemui di gedung MK, Jakarta Pusat, Senin (10/6/2019).

Baca juga :  TKN Jokowi-Ma'ruf: Tim Hukum 02 Mendramatisir Kecurangan Tetapi Miskin Bukti

Anwar menuturkan, MK tidak akan terpengaruh dengan segala bentuk intervensi dari pihak-pihak tertentu. Dan ia juga memastikan seluruh hakim MK akan tunduk pada Konstitusi negara dan tidak akan bisa diintervensi oleh siapapun.

“Siapapun yang mau intervensi, ya mungkin ada yang dengan berbagai cara ya, baik moril dan sebagainya. itu tidak akan ada artinya bagi kami,” kata Anwar.

“Kami hanya tunduk, nah ini mohon dicatat, hanya tunduk pada konstitusi dan hanya takut kepada Allah SWT. Kami hanya tunduk kepada konstitusi dan hanya takut kepada Allah SWT,” ucapnya lagi.

Baca juga :  Saksi Prabowo-Sandi Diteror, Yusril : Alasan

Sebelumnya, Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabow Subianto-Sandiaga Uno menolak hasil rekapitulasi nasional yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Berdasarkan hasil rekapitulasi KPU, pasangan Prabowo-Sandiaga kalah suara dari pasangan calon presiden dan wakil presiden 01, Jokowi-Ma’ruf. Selisih suara keduanya mencapai 16.594.335.

Pasangan calon nomor urut 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin menang di 21 provinsi. Sedangkan paslon nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menang di 13 provinsi.

Adapun Jokowi-Ma’ruf unggul dengan 85.036.828 suara atau 55,41 persen. Sementara Prabowo-Sandi mendapatkan 68.442.493 suara (44,59 persen).

Menurut jadwal sidang perdana sengketa hasil pilpres akan digelar pada 14 Juni 2019 mendatang.