Chairawan
Eks Komandan Tim Mawar Mayjen (Purn) TNI Chairawan laporkan Majalah Tempo ke Dewan Pers pada hari Selasa (11/6). [dokumen foto : twitter/Dewan Pers]

Inisiatifnews – Pasca ramainya rilis pemberitaan majalah Tempo yang menyebutkan bahwa ada keterlibatan mantan anggota Tim Mawar yang merupakan salah satu elemen kecil tim khusus yang pernah dibentuk dalam satuan Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI Angkatan Darat era orde baru itu, yakni dalam kerusuhan 22 Mei 2019 di Jakarta, bahkan sampai menjadi headline di majalah tersebut, tampaknya membuat geram mantan komandannya.

Eks Komandan Tim Mawar Mayjen (Purn) TNI Chairawan akhirnya mendatangi dua lembaga yakni Bareskrim Mabes Polri untuk mendiskusikan langkah yuridis untuk mengakomodir kekecewaannya itu hingga berujung pada pelaporan di Dewan Pers karena targetnya adalah lembaga jurnalistik.

space iklan
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Chairawan mengungkapkan bahwa penyebutan “Tim Mawar” dalam pemberitaan Majalah Tempo seolah tengah memukul rata seluruh satuan yang pernah dikomandoi itu.

Pun jika memang ada kecurigaan terhadap salah satu mantan anggota Tim Mawar dalam kasus tersebut, Chairawan menilai itu bisa ditujukan per individu saja, apalagi Tim Mawar tersebut saat ini pun sudah tidak ada lagi alias telah dibubarkan.

“Nah Tim mawar kan sudah bubar. Itu kan menyudutkan berarti. Tahun 1999 sudah bubar. Kalau pun ada, itu kan personel, anggota. Nggak mungkin satu orang dibilang tim, atau dua (orang) disebut tim. Tim itu banyak,” ungkap Chairawan di Jakarta, Rabu (12/6/2019).

Ia juga mengatakan bahwa karena disebutkannya adalah “Tim” dalam pemberitaan itu, maka persepsi yang terbangun di kalangan masyarakat justru semakin liar.

“Kita bicara bahasa ya, bahasa itu menimbulkan image macam-macam dugaan,” tambah dia.

Hari ini, Chairawan kembali mendatangi kantor Bareskrim Mabes Polri dengan tujuan membuat laporan resmi terhadap pemberitaan majalah Tempo tersebut.

Chairawan mengaku membuat laporan resmi pada hari ini karena kepolisian telah mengungkap dalang di balik Kerusuhan 22 Mei.

Seperti diketahui, kemarin (11/6), kepolisian telah menyampaikan hasil penyidikan dalang peristiwa tersebut.

“Jadi kita ini kan harus menghormati hukum, saya ini sebenarnya belum mau melapor nih. Saya liat di media sosial, ada yang menyebut nama saya, ada empat orang. Saya diam selama ini. Saya diam. Saya tunggu waktu yang tepat. Kapan? Setelah polisi sebagai penegak hukum menyatakan bahwa dalangnya si ini, si ini. Baru saya laporan,” jelas Chairawan.

Dia menyampaikan rasa herannya terhadap majalah Tempo yang mengaitkan Tim Mawar dalam pemberitaannya. Menurut Chairawan, hal tersebut tak bisa didiamkan.

“Tapi kok saya diam, ini malah muncul di Tempo. Wah ini kalau dibiarin terus ini, jangan-jangan… Makanya saya laporkan,” ucap Chairawan.

Chairawan mengatakan ada empat orang yang eks Tim Mawar yang dikaitkan namanya namun tak disebutkan polisi sebagai dalang dalam konferensi pers kemarin. Itu menjadi dasar Chairawan untuk mengambil langkah hukum.

“Tahu lah. Itu mau saya tuntut. Karena nuduh sembarangan. Saya harus menghormati polisi, polisi memang tugasnya, siapa dalangnya ini,” ujar dia.

Selain datang ke Bareskrim Mabes Polri, Chairawan didampingi Wakil Ketua Bidang advokasi dan hukum DPP Gerindra, Habiburokhman juga telah mendatangi kantor Dewan Pers untuk tujuan yang sama itu pada hari Selasa (11/6) kemarin.

space iklan