Ketua DPD RI, Oesman Sapta Odang.

Inisiatifnews – Ketua Umum DPP Partai Hanura, Oesman Sapta Odang tak mempermasalahkan jumlah kursi yang akan dibentuk dalam Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) nanti.

Bahkan sekalipun jumlah kursi pimpinan MPR sampai 100 kursi tak menjadi masalah baginya, asalkan seluruhnya berdasarkan hasil permufakatan bersama.

space iklan
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

“Aduh, saya nanti kan sudah nggak jadi pimpinan MPR lagi, jadi ya mau jadi 100 (kursi) juga boleh, asal semuanya setuju,” kata pria yang karib disapa Oso di Jakarta, Selasa (13/8/2019).

Kendati demikian, Oso mengingatkan agar keputusan itu tidak melanggar UU. Untuk diketahui, saat ini komposisi pimpinan MPR terdiri dari 1 ketua didampingi 7 wakil ketua.

Namun, setelah Pemilu 2019 atau MPR periode 2019-2024, komposisi pimpinan MPR akan kembali ke 1 ketua dan 4 wakil ketua. Hal itu sebagaimana tercantum dalam Pasal 427C UU MD3.

“Tapi kita jangan melanggar UU. Jadi harus kita lihat UU itu berapa jumlah yang diakomodir dalam UU. Jadi jangan keputusan dulu baru UU. Jadi selesaikan dulu UU-nya. Jadi kalau UU sudah disetujui baru diakomodasi oleh pelaksana, MPR,” tuturnya.

Selain itu, Oso khawatir usul 10 pimpinan MPR itu diartikan sebagai bagi-bagi jatah di parlemen. Mengingat kesembilan fraksi akan mendapat kursi pimpinan.

“Gini, kalau menampung itu kan artinya sudah bagi-bagi jatah. Kalau bagi-bagi jatah itu saya nggak tahu ya, gimana ya, tanyakan kepada rakyat deh. Jadi ya begitu lah,” ujar Oso. []

space iklan