BJ Habibie. [foto : Istimewa]

Inisiatifnews – Menteri Sekretaris Negara, Pratikno melalui surat resminya menyampaikan maklumat bahwa negara tengah berkabung atas wafatnya Presiden RI ke 3, Bacharuddin Jusuf Habibie kemarin malam, Rabu (11/9).

Untuk menyikapi hari berkabung nasional tersebut, negara memerintahkan kepada seluruh instansi negara untuk mengibarkan bendera setengah tiang sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada mendiang BJ Habibie tersebut.

space iklan
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

“Dimohon untuk mengibarkan Bendera Negara setengah tiang selama 3 (tiga) hari berturut-turut terhitung mulai tanggal 12 September 2019 sampai dengan 14 September 2019,” tulis Pratikno dalam suratnya itu, Rabu (11/9/2019).

Instruksi itu disampaikan negara merujuk pada Pasal 12 ayat (4), ayat (5), dan ayat (6) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan.

Perlu diketahui bahwa BJ Habibie menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta Pusat, pukul 18.05 WIB, Rabu (11/9). Ia juga di rawat di sana dengan perawatan medis secara intensif baik dari dokter RSPAD maupun dokter kepresidenan.

Menurut keterangan dari putra sang mendiang, yakni Thareq Kemal Habibie, bahwa ayahandanya meninggal dunia lantaran disfungsi jantung.

“Alasan kenapa meninggal adalah karena sudah menua dan memakan usia. Kemarin saya katakan bahwa gagal jantung yang mengakibatkan penurunan itu, kalau memang organ-organ itu degenerasi melemah, menjadi tidak kuat lagi,” kata Thariq. []

space iklan