as hikam
Mohammad AS Hikam.

Inisiatifnews – Akademisi dari Universitas Presiden, Muhammad AS Hikam mengaku bahwa dirinya akan menjadi penipu bagi diri sendiri jika dirinya ikut senang dan lega terhadap hasil fit and proper test Komisi III DPR RI yang meloloskan lima orang ketua KPK yang baru untuk periode 2019-2023.

“Saya akan menipu diri sendiri kalau mengatakan tidak kecewa berat dengan hasil pemilihan ini,” kata Hikam dalam tulisannya yang diterima Inisiatifnews.com, Sabtu (14/9/2019).

space iklan
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Bagi Hikam, keberadaan ketua KPK baru pilihan DPR RI dan Presiden Jokowi ini dianggapnya justru akan menjadi beban berat bagi KPK ke depannya, yakni dalam melalukan pemberantasan tindak pidana korupsi.

“Tanpa harus berprasangka buruk terhadap siapapun yang terpilih, bagi saya, hasil pemilihan ini di masa depan akan cenderung memperberat beban KPK,” ujarnya.

Baca juga :  Tolak Revisi UU KPK, Mahasiswa Diminta Komentar Pakai Kajian Jelas

Di samping itu, misi tentang revisi UU KPK yang akan dibahas di DPR juga diciumnya sebagai upaya untuk pelemahan bukan malah memperkuat lembaga adhoc itu. Dan menurut Hikam, soal Revisi UU KPK dengan terpilihnya lima orang pimpinan KPK yang baru adalah satu paket hemat untuk memuluskan kepentingan DPR RI sendiri.

“Apalagi pihak pemilihnya, DPR-RI, (yang kendatipun secara legal dan formal sah dan legitim) sedang mempunyai kepentingan politik terhadap KPK terkait revisi UU lembaga tersebut yang menurut publik, bernuasa pelemahan dan bukan pemberdayaan,” tandasnya.

Maka dari itu, atas terpilihnya lima orang ketua KPK yang baru hasil pilihan Presiden melalui Pansel Capim KPK dan pilihan DPR melalui fit and proper test itu, Hikam menyatakan menolak untuk mengucapkan selamat kepada mereka. Justru ia menyatakan prihatin terhadap kondisi tersebut.

Baca juga :  Laskar Merah Putih dan FBR Desak Firli Bahuri Dilantik

“Saya secara sadar tidak mengucapkan selamat tetapi justru menyampaikan keprihatinan mendalam, terhadap apa yang dialami KPK dan perjuangan pemberantasan korupsi pada umumnya di negeri ini,” pungkasnya.

“Tetapi sebagai manusia saya juga tetap berdoa semoga saya salah dan memohon agar Allah SWT memberikan petunjuk,” imbuh Hikam.

Terakhir, mantan Menteri di era Gus Dur itu pun masih tetap berharap agar KPK di tangan Irjen Pol Firli Bahuri dan kawan-kawannya bisa membawa KPK menjadi lebih baik dari sebelumnya.

“Dan tentu saya berharap dan berdoa semoga KPK di bawah pimpinan baru bisa membuktikan tampil konsisten sebagaimana sebelumnya. Atau lebih baik lagi. Amin,” tutup Hikam.

space iklan