Inayah Wahid
Inayah Wulandari Wahid.

Inisiatifnews – Putri mendiang KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, Inayah Wulandari atau yang karib disapa Inayah Wahid merasa sedih dengan kondisi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dewasa ini. Menurutnya, bargain KPK sebagai lembaga antirasuah di Indonesia sudah tinggal cerita.

“Mengawali hari Jumat dengan berita buruk soal KPK. Lemes banget. Semua cita-cita Bapakku (Gus Dur) hingga dulu mengawali bikin cikal-bakal KPK sekarang habis sudah,” tulis Inayah mengawali, Jumat (13/9/2019).

space iklan
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Ia mengatakan bahwa sang ibunda, Sinta Nuriyah Wahid sebelumnya masih terus memberikan semangat kepada KPK agar kuat. Bahkan sang ibunda pun masih mengharapkan agar Presiden Joko Widodo bersedia mendengarkan keluh kesah masyarakat terhadap polemik yang tengah menerpa lembaga antirasuah itu.

“Ibu yang dari berminggu-seminggu yang lalu masih datang ke KPK ngasih dukungan dan mengingatkan Presiden agar mendengarkan suara masyarakat, yang beberapa malam lalu masih membuat pesan khusus ke Presiden sampai lewat tengah malam, supaya KPK tetap dijaga,” ujarnya.

Baca juga :  Laskar Merah Putih dan FBR Desak Firli Bahuri Dilantik

Kemudian Inayah juga mengatakan menyampaikan, bahwa sang ibundanya masih terus berjuang agar Presiden Joko Widodo tetap menjaga dan memperkuat lembaga tersebut untuk memberantas korupsi di Indonesia. Bahkan Sinta Nuriyah, kata Inayah, terus memberikan keyakinan kepada Presiden agar komitmen dalam upaya-upaya pemberantasan korupsi tersebut.

“Dan bahkan kemarin di Istana secara pribadi terus mengingatkan kalau rakyat butuh penguatan gerakan anti korupsi, dan mendorong Presiden menjadi tokoh yang komit penuh untuk pemberantasan korupsi,” imbuhnya.

Namun karena terpilihnya lima orang Ketua KPK yang baru dengan berbagai pro dan kontra di dalamnya, serta bersuratnya Presiden Jokowi ke DPR agar Revisi UU KPK dibahas, Inayah merasa seperti patah arang. Ia bahkan mengaku bingung dengan caranya sendiri bagaimana ia harus bercerita dengan ibunda.

“Saya ngga tahu bagaimana harus cerita ke Ibu kalau hari ini legacy suaminya dipreteli satu-satu,” tandasnya.

Perlu diketahui bahwa fit and proper test 10 capim KPK hasil seleksi oleh Pansel Capim KPK dengan persetujuan Presiden Joko Widodo telah menemukan 5 orang pimpinan KPK terpilih. Mereka antara lain ; Irjen Pol Firli Bahuri, (Ketua KPK), Alexander Marwata, Nurul Ghufron, Lili Pintauli Siregar dan Nawawi Pomolango.

Baca juga :  Saat PMII Tak Terima Imam Nahrawi "Disikat" KPK

Selain itu, Presiden Joko Widodo juga sudah menerbitkan surat presiden (surpres) ke Ketua DPR RI agar pembahasan Revisi UU Nomor 30 tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi segera dibahas oleh Komisi III DPR RI.

Dalam membahas revisi UU KPK itu, Presiden juga sudah mengutus dua menterinya yakni Menkumham dan Menpan-RB untuk membahas draf revisi UU KPK tersebut.

Dan terakhir, Agus Rahardjo mewakili para pimpinan tertinggi KPK juga sudah menyatakan melepaskan tanggungjawab mereka sebagai pimpinan KPK ke Presiden Joko Widodo dan menunggu perintah selanjutnya. Sikap itu diambil Agus lantaran KPK merasa kecewa gara-gara tak pernah diajak DPR maupun Presiden Joko Widodo untuk membahas draf revisi UU KPK itu. []

space iklan