Sultan Rivandi
Ketua DEMA UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Sultan Rivandi.

Inisiatifnews – Elemen Mahasiswa sampai saat ini masih menyatakan penolakan terhadap revisi UU yang digarap oleh DPR RI. Namun upaya aksi penolakannya itu dirasakan ada penumpang gelap di dalamnya, salah satunya adalah provokasi untuk penegakan Khilafah Islamiyah dan penggulingan Jokowi.

“DEMA UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tidak setuju dengan mosi tegakkan Khilafah Islamiyah. Tidak sepakat dengan tuntutan yang menyatakan ingin menggulingkan pemerintahan secara inkonstitusional,” kata Ketua DEMA UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Sultan Rivandi dalam siaran persnya yang diterima Inisiatifnews.com, Senin (30/9/2019).

Jika ada elemen massa yang justru menyatakan ingin menggulingkan pemerintahan Joko Widodo dan menggagalkan pelantikan tanggal 20 Oktober nanti, Rivandi menyatakan bahwa pihaknya sangat menentangnya.

Karena menurutnya, status Jokowi dan KH Maruf Amin adalah Presiden dan Wakil Presiden yang terpilih secara sah dan konstitusional dalam pemilu.

Baca juga :  Demo Mahasiswa, RI 1 Istana Ditutup

“DEMA UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menentang keras segala upaya penggagalan pelantikan Presiden Republik Indonesia yang terpilih secara sah,” tegasnya.

Namun demikian, ia menyatakan kekecewaanya terhadap sikap aparat keamanan yang justru melakukan tindakan represif terhadap Mahasiswa dalam agenda penyampaian aksi unjuk rasa, menolak revisi UU oleh DPR RI.

“DEMA UIN Syarif Hidayatullah Jakarta mengutuk keras segala tindak represif yang dilakukan oleh seluruh aparat keamanan kepada demonstran,” ujarnya.

Ia pun meminta agar aparat keamanan bertanggungjawab atas jatuhnya korban khususnya kaum Mahasiswa dalam aksi di berbagai daerah termasuk di DPR RI.

“DEMA UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menuntut pertanggungjawaban oleh pihak keamanan atas banyaknya korban luka dan korban jiwa yang berjatuhan pada saat demontrasi berlangsung,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Rivandi juga nenyerukan kepada elemen Mahasiswa untuk tetap bergerak memperjuangkan tuntutan mereka sebelumnya, yakni penolakan terhadap berbagai revisi UU yang dianggap bermasalah.

Baca juga :  Demo Mahasiswa, RI 1 Istana Ditutup

“DEMA UIN Syarif Hidayatullah Jakarta juga mengajak seluruh mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah JAKARTA untuk turun mengawal aspirasi yang sudah disuarakan sejak aksi sebelumnya,” tuturnya.

Namun demikian pula, Rivandi pun mengimbau agar pergerakan Mahasiswa tidak malah menciderai perjuangan yang sudah ada. Termasuk bertindak anarkis apalagi sampai terprovokasi dengan mosi-mosi yang tidak sesuai dengan tuntutan utama elemen Mahasiswa.

“Dalam pelaksanaan aksi kami menghimbau dan menekankan kepada seluruh peserta aksi agar menjaga kebersihan fasilitas dan ketertiban umum. Jangan terprovokasi mosi-mosi yang tidak sesuai dengan mosi perjuangan sebelumnya. Tetap saling menjaga keselamatan bersama. Dan seluruh komando aksi di lapangan hanya berasal dari koordinator lapangan DEMA UIN Syarif Hidayatullah Jakarta,” jelasnya. []

space iklan