Mahfud MD
Ketua Gerakan Suluh Kebangsaan, Prof Mahfud MD.

Inisiatifnews – Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Prof Mahfud MD menyampaikan pandangannya tentang adanya pihak-pihak yang ingin melakukan amandemen terhadap Undang-undang Dasar 1945 yang terakhir diamandemen pada tahun 2002 lalu itu.

“Soal UUD tahun 1999-2002, setiap kali diamandemen setiap kali pula orang tidak puas. Oleh sebab itu kalau nanti diamandemen lagi ya besok nya pasti ada orang tidak puas lagi,” kata Mahfud MD saat ditemui di kediaman Try Sutrisno, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (3/10/2019).

Baca juga :  Mahfud Diminta Jadi Menteri Jokowi

Maka dari itu, Mahfud pun berpendapat bahwa persoalan amandemen terhadap UUD 1945 tidak menjadi persoalan, namun yang terpenting baginya adalah apakah setelah amandemen dilakukan, para pelaku UUD tersebut bisa konsisten dalam menjalankan konstitusi tersebut atau tidak.

“Oleh sebab itu, mau diamandemen silakan, tetapi yang terpenting sebenarnya adalah konsistensi menegakkan konstitusi atau tidak,” tuturnya.

Baca juga :  Berkemeja Putih, Mahfud MD Ke Istana

Itulah yang menjadi pandangan Mahfud MD. Maka ketika amandemen dilakukan terhadap regulasi yang konstitusional itu sementara para pelaku UU tidak konsisten, maka amandemen yang dilakukan pun tak ada gunanya.

“Diamandemen, kalau tidak konsisten juga buat apa,” ujarnya.

“Sekarang tinggal peran para penyelenggara negara itu aja, soal materinya kalau didiskusikan banyak sekali,” imbuh Mahfud. []

space iklan