polda metro jaya
Gedung Polda Metro Jaya.

Inisiatifnews – Kuasa hukum Sekjen DPP PA 212 Bernard Abdul Jabbar, Aziz Yanuar menyampaikan bahwa pihaknya sudah melayangkan surat ke tim penyidik dari Polda Metro Jaya agar kliennya dapat ditangguhkan penahanannya dalam kasus dugaan penculikan dan penganiayaan terhadap pegiat sosial media, Ninoy Karundeng.

“Siang tadi kami sudah masukan surat penangguhan penahanan sesuai prosedur kepada Kapolda Metro Jaya hingga tingkat penyidik,” ujar Aziz Yanuar kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (9/10/2019).

Alasan penangguhan penahanan tersebut disampaikan Aziz, lantaran kliennya mengidap beberapa penyakit seperti diabetes dan stroke.

Ia khawatir ketika penahanan yang dilakukan Polisi itu justru akan memperburuk kondisi kesehatan Bernard Abdul Jabbar.

“Memang sedang perawatan dan kami sangat khawatir kalau misalnya penahanan ini dilanjutkan karena takutnya (kesehatannya) semakin memburuk,” tuturnya.

Sementara untuk penjamin penangguhan penahanan, adalah istri Bernard Abdul Jabbar sendiri.

Perlu diketahui, bahwa ada dua orang pengurus DPP PA 212 yang saat ini ditetapkan sebagai tersangka dan dijebloskan ke dalam penjara di Mapolda Metro Jaya oleh polisi. Mereka adalah Sekjen DPP PA 212 Bernard Abdul Jabbar dan Wakil Bendahara Umum DPP PA 212 Supriyadi.

Keduanya dikabarkan ikut dalam aktivitas yang diduga adalah penculikan dan penganiayaan terhadap Ninoy Karundeng di dalam Masjid Jami’ Al Falaah Pejompongan, Tanah Abang, Jakarta Pusat pada hari Senin (30/9) lalu.

Selain Bernard dan Supriyadi, polisi juga telah menetapkan tersangka 11 orang lainnya, antara lain berinisial AA, ARS, YY, RF, Baros, TR, SU, ABK, IA, R dan F alias Fery. []

space iklan