Jokowi
Foto : Twitter/jokowi

Inisiatifnews – Direktur Eksekutif Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi), Made Leo Wiratma mengatakan, bahwa merapatnya Partai Gerindra ke koalisi pemerintahan Jokowi-Maruf akan berdampak negatif bagi mereka sendiri.

Betapa tidak, Leo menilai bahwa Gerindra sudah menjadi spektrum perjuangan sebagian masyarakat yang tidak sepakat kepemimpinan Jokowi di Pilpres 2019 lalu. Ketika pergerakan mereka sudah tidak menjadi representasi pendukungnya, maka suara akan berpotensi bergeser.

“Kalau pun Gerindra mau masuk ke pemerintahan itu akan merupakan kerugian besar buat Gerindra. Karna mereka sudah berjuang menjadi rivalitas kalau akan menjadi oposisi, ini besar juga sekali harapan rakyat menjadi penyuara rakyat agar pemerintah tidak semena-mena,” katanya di Kantor Formappi, Jakarta Timur, Senin (14/10/2019).

Menurutnya, hampir semua lawan politik kini mendukung pemerintahan Jokowi. Bahkan, tak menutup kemungkinan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang biasanya menjalankan fungsi mengkritik pemerintah dinilai sudah mati.

“Bagaimana mereka bisa kuat kalau sudah memposisikan diri hampir semuanya menjadi pendukung koalisi pemerintah. Saya sangat khawatir kalau sudah demikian daya kritis mereka akan berkurang, karena semuanya sudah dibicarakan ya, kembali saya khawatir akan kembali ke zaman orde baru. Di mana DPR hanya jadi lembaga stampel yang memberi cap apa yang dimau oleh presiden,” tegasnya.

Kendati demikian, ia berharap gabungnya Gerindra ini hanyalah isu belaka. Sehingga, pemerintah akan adanya yang mengkritik.

“Ini yang menjadi kekhawariran kita, di mana DPR sebagai lembaga, dan mudah mudahan isu Gerindra akan merapat ke pemerintah itu hanya isu, sehingga memang ada satu oposisi yang bisa bersuara bukan hanya asal berbeda tapi memberikan satu perimbangan yang memberikan daya kritis pada kebijakan pemrintah,” pungkasnya.

Perlu diketahui bahwa pada hari Jumat (11/10) lalu, Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto telah bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Ruang Garuda Istana Merdeka.

Dalam pertemuan kedua tokoh tersebut, berbagai pembahasan tentang isu nasional menjadi topiknya. Dan salah satu pokok pembahasan adalah potensi penjajakan upaya masuknya partai berlambang kepala burung Garuda itu kabinet Jokowi-Maruf yang akan dilantik pada tanggal 20 Oktober 2019 nanti.

Namun usai pertemuan, Prabowo mengatakan di depan awak media, bahwa seandainya sekalipun Gerindra gagal berada di dalam kabinet pemerintahan pusat, maka pihaknya akan tetap komitmen membantu pemerintahan meskipun dari luar pemerintahan.

“Kalau umpama tidak masuk ke kabinet, kami tetap akan loyal di luar sebagai check and balances, sebagai penyeimbang, karena di Indonesia kita nggak ada oposisi ya pak,” tegas Prabowo.

[]

space iklan