Inisiatifnews – Hari ini ratusan Mahasiswa dari aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) menggelar aksi unjuk rasa di depan Istana Merdeka. Namun akses aksi mereka dibatasi polisi sampai samping patung kuda Arjuna Wiwaha.

Menurut Kapolsek Metro Gambir, Kompol Wiraga Dimas Tama menyampaikan, bahwa alasan keamanan menjadi faktor dominan.

“Ini adalah untuk memberikan keamanan dan kenyamanan bagi pengguna jalan maupun yang melaksanakan kegiatan biasa,” kata Kompol Wiraga kepada wartawan, Senin (21/10/2019).

Ia juga menyampaikan bahwa berdasarkan perhitungan keamanan dan ketertiban dari polisi, pihaknya mengkhawatirkan adanya penyusup yang justru membuat aksi Mahasiswa tidak kondusif.

“Jangan sampai kita buka jalan dan sebagainya, nanti ada provokator yang masuk, sehingga mereka tidak bisa menjalankan kegiatan dengan aman,” ujarnya.

Seperti pantauan Inisiatifnews.com di sekitar patung kuda dan bundaran Indosat Jakarta, para Mahasiswa dari BEM SI masih melakukan aksi unjuk rasa. Banyak isu yang mereka bawa, antara lain tentang penegakan keadilan, penanganan dan kesejahteraan petani, serta stop pembakaran hutan dan lahan di Sumatera dan Kalimantan.

Dan yang tampak pokok disampaikan Mahasiswa adalah desakan agar Presiden Joko Widodo menerbitkan Perppu KPK.

Disampaikan Kompol Wiraga, aksi Mahasiswa akan dibatasi sampai pukul 18.00 WIB.

“Sampai selesai. Maksimal sampai jam 6 sore,” tutupnya. []

space iklan