reuni 212
Acara Reuni 212 di Monas.

Inisiatifnews – Direktur Eksekutif Indopolling Network, Wempy Hadir menilai bahwa reuni 212 yang akan digelar oleh Persaudaraan Alumni 212 (PA 212) justru sangat kontra-produktif dengan kondisi saat ini. Maka ia menilai bahwa kegiatan tersebut tidak perlu dilakukan.

“Saya kira reuni 212 sangat kontra produktif. Oleh karena itu sebaiknya kegiatan semacam ini tidak perlu dilakukan,” kata Wempy kepada wartawan dalam pesan instannya, Kamis (7/11/2019).

Selain kontra-produktif, Wempy juga memandang bahwa kegiatan tersebut sudah tidak ada relevansinya seperti sebelumnya. Di mana jika sebelumnya kegiatan-kegiatan akbar tersebut tujuan utamanya adalah menggalang dukungan untuk pergantian Presiden dan mendorong Prabowo Subianto sebagai Presiden RI periode 2019-2024.

“Selain itu, tidak ada relevansinya kegiatan tersebut dengan situasi yang terjadi saat ini,” jelasnya.

Kemudian, ia juga menilai bahwa agenda yang akan digelar oleh PA 212 dan kelompok FPI serta GNPF Ulama tersebut justru akan memunculkan suasana panas baru. Padahal menurutnya, para investor sejatinya membutuhkan situasi kondusif di dalam negeri untuk memercayakan dana investasinya di Indonesia.

“Masyarakat dan para investor butuh kondusifitas di tengah melemahnya perekonomian global yang bisa berdampak bagi Indonesia,” ujarnya.

Sejatinya ia tak begitu mengetahui tujuan utama dari acara Reuni 212 itu. Namun dirinya memiliki asumsi bahwa sebagian kalangan masyarakat memandang aktivitas Reuni 212 hanya untuk menciptakan suasana baru yang bisa memecah situasi nasional.

“Kita tidak tahu apa tujuan yang hendak dicapai dalam reuni tersebut. Tapi publik bisa saja menilai bahwa reuni ini tujuannya hanya untuk menciptakan suasana yang tidak aman dan kondusif,” kata Wempy.

Dan disampaikannya lagi, jika kegiatan tersebut juga akan mengganggu iklim politik yang saat ini mencoba untuk ditenangkan pasca polarisasi yang hebat pada Pemilu 2019 lalu.

“Selain itu, kegiatan ini bisa mengganggu iklim politik tanah air. Semoga gerakan seperti ini tidak merusak suasana Indonesia yang baru saja lelah dengan kegaduhan pilpres,” tutup Wempy.

Sebelumnya, Ketua Bidang Humas PA 212, Habib Novel Chaidir Hasan Bamukmin menyampaikan bahwa pihaknya memang berencana untuk menggelar acara Reuni 212 di Monas pada tanggal 2 Desember 2019. Menurut Novel, kegiatan tersebut hanya merupakan seremonial tahunan saja.

“Iya, benar, dan ini kan sudah menjadi agenda rutin tahunan,” kata Novel Bamukmin kepada wartawan, Senin (4/11).

Acara Reuni 212 itu mengangkat judul “Maulid Agung dan Munajat untuk Keselamatan Negeri”. []

space iklan