Habib Kholilulloh
Pimpinan Majelis Dzikir Ratibul Haddad, Habib Kholilulloh bin Abu Bakar Al Habsyi. [foto : Inisiatifnews]

Inisiatifnews – Pimpinan Majelis Dzikir Ratibul Haddad Jakarta Timur, Habib Kholilulloh bin Abu Bakar Al Habsyi menilai bahwa reuni 212 adalah sebuah agenda tahunan umat Islam untuk mengaktualisasi diri dalam menjaga persatuan dan kesatuan.

Ia pun meminta agar Pemerintah tidak menghalang-halangi kegiatan tersebut, justru memberikan ruang yang luas sehingga hubungan baik antara rakyat dengan pemerintah bisa harmonis.

“Itu kan hanya umat islam menunjukkan kebersamaan. Enggak usah dilarang dan pemerintah memberikan ruang lah sehingga enggak ada yang perlu ditakuti, pemerintah enggak takut dan bangsanya sendiri enggak takut,” kata Habib Kholilulloh kepada Inisiatifnews.com di kediamannya di kawasan Cakung, Jakarta Timur, Kamis (7/11/2019) malam.

Apalagi kata Habib Kholilulloh, sepanjang agenda yang digelar oleh 212 selalu berlangsung damai dan tertib. Bahkan tidak ada tindakan anarkis yang terjadi di dalam kegiatan tersebut. Karena ia yakin bahwa acara seperti reuni 212 adalah upaya untuk menjaga persatuan umat Islam.

“212 ini beberapa kali pertemuan kan ini adalah kedamaian, enggak ada yang anarkis, makanya sampai umat Islam bisa bersatu makanya setiap tahun diadakan reuni 212 untuk kebersamaan. Jangan sampai Islam berpecah belah,” ujarnya.

Kemudian Habib Kholilulloh juga menyinggung tentang persoalan apakah Prabowo Subianto akan diundang atau tidak di dalam acara tersebut. Ia berpandangan bahwa Persaudaraan Alumni 212 seharusnya tidak membeda-bedakan siapa tokoh yang diundang. Karena tujuan utama yang dilihatnya dalam acara tersebut adalah bagaimana mempersatukan umat.

“Pesan saya secara pribadi, bahwa 212 adalah kebersatuan dan kebersamaan umat Islam. Siapapun yang ada di dalam adalah pejabat maupun rakyat, kita bersama-sama di sana untuk kita mengeratkan tali ukhuwah islamiyah. Siapapun yang datang tafadhol dan siapapun yang ngundang ya tafadhol,” tuturnya.

“Kalau hari ini pak Prabowo katanya enggak diundang, masak sih dia enggak diundang pasti diundang karena kita adalah umat Islam. Anies maupun Prabowo ya silahkan hadir juga. Kita maunya kan Habib Rizieq Shihab kembali pulang sebagai pemimpin umat Islam,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Habib Kholilulloh bin Abu Bakar Al Habsyi juga memberikan pesan kepada seluruh rakyat Indonesia agar menyudahi polarisasi yang kadung terjadi di Pemilu 2019 lalu. Baginya, saat ini adalah bagaimana seluruh bangsa Indonesia bersatu padu untuk membuat Indonesia menjadi lebih baik lagi, bukan malah saling tebar kebencian sehingga polarisasi antar bangsa Indonesia awet.

“Hasil pemilu ini, ayo kita sama-sama ringan sama dijinjing berat sama dipikul untuk membangun bangsa. Bagi umat (agama) yang lain, ayo bangun negara yang kita cintai ini jangan saling gontok-gontokan, dan kita saling asah dan saling asuh,” tutupnya. [NOE]

space iklan