KH Masykur
Toko NU Jawa Timur, KH Masykur Pahlawan Nasional.

Inisiatifnews – Salah satu tokoh Nahdlatul Ulama Jawa Timur ini dinobatkan sebagai Pahlawan Nasional. Ia adalah almarhum KH Masykur.

Ulama NU ini dinilai memiliki jasa besar, salah satunya adalah membangun masjid untuk masyarakat Jawa Timur.

“KH Masykur membangun masjid yang sekarang menjadi masjid besar percontohan paripurna nasional tahun 2017,” kata pengurus dari Yayasan Sabilillah, Jawa Timur, Mas’ud Said kepada wartawan, Jumat (8/11/2019).

Perlu diketahui, bahwa KH Masykur adalah sosok pendiri Yayasan Sabililah, sebuah lembaga masyarakat yang bergerak di bidang pendidikan.

Dan yang tak kalah besar mengapa KH Masykur pantas dinobatkan sebagai Pahlawan Nasional lantaran ia merupakan anggota Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) 1945 dari kalangan warga Nahdliyyin.

Sementara itu, KH Masykur juga ikut terlibat dalam upaya merumuskan Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia.

Bagi Mas’ud, penganugerahan ini merupakan penghormatan untuk masyarakat Malang Raya dan NU termasuk pihak keluarga di Singosari.

Juga akan menjadi kabar bahagia untuk Yayasan Al-Ma’arif Singosari, Pesantren Bungkuk terutama untuk KH M. Tholchah Hasan.

“Ini adalah sebuah penghormatan negara yang sangat besar. Dalam penganugerahan gelar pahlawan nasional pihak keluarga diwakili oleh cucu beliau. Pemprov Jatim dalam hal ini Gubernur Khofifah Indar Parawansa akan mewakili pemerintah dan masyarakat Jawa Timur mendampingi keluarga KH Masykur,” ujarnya.

Sesepuh NU yang juga Mantan Ketua Yayasan Universitas Islam (Unisma) Malang periode pertama itu mendapatkan gelar Pahlawan Nasional oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara Jakarta. Penganugerahan itu dilakukan berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 120 Tahun 2019 yang ditandatangani pada tanggal 7 November 2019 kemarin.

Selain KH Masykur, beberapa nama tokoh lainnya juga ikut mendapatkan gelar baru itu. Antara lain ; almarhumah Ruhana Kuddus, almarhum Himayatuddin Muhammad Saidi, almarhum Prof M Sardjito, almarhum Abdul Kahar Muzakir, almarhum Alexander Andries (AA) Maramis. []

space iklan