Panji dan Ernest
Panji Pragiwaksono sepanggung dengan Walikota Surabaya Tri Rismaharini dan Ernest Prakasa.

Inisiatifnews – Komedian Ernest Prakasa menyinggung rekan seprofesinya yakni Panji Pragiwaksono terkait dengan sikap kritisnya soal DKI Jakarta.

Menurut Ernest, Panji lebih vokal dan keras jika menyinggung soal Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) tanpa atap dibanding pembahasan soal anggaran.

“Pandji semangat bahas JPO, pas anggaran kayaknya lebih kalem,” tulis Ernest di akun twitternya, Sabtu (9/11/2019).

Sebelumnya, Panji mengomentari sebuah berita yang mengangkat komentar Ketua Koalisi Pejalan Kaki, Alfred Sitorus, soal JPO di kawasan Senayan tanpa atap.

Ia menilai jika menyinggung soal kemanfaatan sebuah atap JPO, maka sebaiknya zebra cross dan pedestarian yang sudah kadung dibangun agar dibongkar saja karena menilik dari unsur kebermanfaatan sebuah atap.

“Kalau gitu trotoar juga bongkar aja. Zebra Cross, Pelican Crossing juga. Pokoknya apapun yang dipake pejalan kaki untuk berjalan kaki selama ini, ilangin aja. Kalau alasannya adalah tidak berguna kalau hujan (ataupun panas),” tulis Panji.

Bagi dirinya sebagai pengguna transportasi umum dan pengguna JPO, dirinya tak menjadi masalah. Dan ia pun heran mengapa orang lain meributkannya.

“Bantu gue berpikir dong. JPO yang dicabut atapnya ini kan nyebrangin orang dari trotoar ke trotoar. Persis zebra cross tapi di atas jalan. Fungsinya sama dengan trotoar. Gue dan semua orang yang jalan kaki dan naik transportasi umum, enggak ngomel trotoar enggak ada atap. Kenapa yang ini jadi masalah?,” imbuhnya.

Koalisi Pejalan Kaki mengimbau agar JPO yang dianggap Instagramable oleh Anies sebaiknya dirobohkan saja dan diganti dengan zebra cross yang lebih bermanfaat bagi semua orang.

“Pejalan kaki kan bukan hanya kita yang sehat, tapi ada juga yang berkebutuhan, seperti lansia, penyandang disabilitas, lalu anak-anak yang ototnya baru tumbuh. Nah, itu yang harusnya dipikirkan,” kata Ketua Koalisi Pejalan Kaki, Alfred Sitorus, Kamis (7/11).

Alfred mengatakan, pihaknya telah mengajukan rekomendasi bahwa JPO Sudirman lebih baik ditiadakan. Namun, pada Selasa (5/11) Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memilih membuka atap JPO karena akan menatanya menjadi Instagramable.

Alfred menilai, alasan meruntuhkan JPO Sudirman dan mengubahnya menjadi zebra cross atau pelican cross lebih bermanfaat dibanding menyulapnya menjadi spot foto. Hal itu karena alasan pembangunan JPO Sudirman di masa lalu untuk menyediakan sarana bagi pejalan kaki agar tidak mengganggu jalur kendaraan pribadi.

“Kan saat ini Jakarta sedang menuju ramah pejalan kaki dan pesepeda, sebenarnya itu akan bias ketika JPO itu masih ada di dalam kota. Karena memang salah satu wujud JPO kan membuat para pengendara nyaman tanpa terganggu pejalan kaki,” kata Alfred.

Namun begitu, Koalisi Pejalan Kaki berharap, agar saran JPO Sudirman diubah menjadi zebra cross atau pelican cross tetap dipertimbangkan. Sehingga, nantinya lebih ramah bagi semua pejalan kaki.

space iklan