Praktisi Linux, Zico Ekel.

Inisiatifnews – Praktisi sistem operasi open source Linux, Zico Ekel tak sependapat dengan sindiran Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon soal keamanan IT KPU hanya gara-gara menggunakan sistem operasi linux.

Bagi Zico, justru sistem operasi linux jauh lebih aman dibandingkan harus menggunakan sistem operasi yang berbasis close source seperti halnya dengan Windows.

space iklan
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

“Kalau bicara soal keamanan, Linux jelas lebih aman karena sistemnya mudah di RE (Runtime Environment) ketimbang close source seperti Windows,” kata Zico dalam statemennya yang dikutip oleh Inisiatifnews.com, Rabu (8/5/2019).

Kemudian, developer sistem operasi DracoS yang merupakan salah distro Linux itu menilai, meskipun Linux adalah sistem operasi yang dibangun dengan basis open source dan mudah sekali didapat di internet, namun Zico menegaskan bahwa Linux bukan barang gratisan begitu saja. Karena di wilayah-wilayah expert justru Linux bisa membuat perusahaan mengeluarkan budget yang tidak sedikit.

“Linux sebagai opensource mungkin bisa didapatkan dengan mudah. Tapi perlu ditekankan bahwa tenaga ahli yang bener-benar expert sangat mahal,” ujarnya.

Bahkan kata Zico, untuk urusan teknikal ia bahkan bisa membandrol jasanya antara Rp10 juta sampai Rp15 juta untuk sekali projek yang biasanya ia kerjakan dalam 2 hari saja.

“Untuk hardening dan perfomance tune up saya biasa pasang harga Rp10-15 juta untuk beberapa service saja (kerja paling 1-2 hari, itu pun untuk perusahaan-perusahaan berskala kecil saja),” imbuhnya.

Sebagai tambahan, Zico menyampaikan bahwa perusahaan-perusahaan berskala besar biasanya akan lebih memilih menggunakan sistem operasi Linux dibandingkan dengan sistem operasi lainnya.

Selain karena persoalan keamanan, dari sisi development Linux jauh lebih banyak pengembangnya karena memang sistem operasi karya Linus Torvalds seorang insinyur perangkat lunak asal Finlandia itu dibangun dengan basis open source. Artinya siapapun manusia di belahan bumi ini bisa dengan bebas melakukan pengembangan terhadap sistem operasi tersebut. Dan DracoS adalah salah satu distro sistem operasi yang menggunakan kernel Linux tersebut.

“Dan satu lagi, perusahaan-perusahaan besar di dunia rata-rata menggunakan Linux sebagai (sistem operasi) server,” terang Zico.

Sementara kaitannya dengan kritikan Fadli Zon kepada KPU itu, Zico memberikan saran agar yang lebih diperhatikan adalah bagaimana kualitas sumber daya manusia (SDM) di lingkungan KPU itu sendiri, apakah mereka menguasai teknologi yang dipercayakan kepadanya atau tidsk. Bukan malah menyindir OS (Operating System) yang dipakai KPU dalam menjalankan sistem di servernya.

“Saran saya, yang perlu diaudit itu tenaga kerjanya, apakah benar-benar profesional dan ahli di bidang Linux atau PHP dan lain-lain?,” pungkasnya.

Terakhir, Zico pun memberikan masukan kepada Fadli Zon dalam hal ini agar bijak dalam menyampaikan sesuatu. Yakni tidak berkomentar terhadap apa yang sebenarnya tidak dipahaminya.

“Kalau tidak paham jangan kritik sih,” selorohnya.

Perlu diketahui, bahwa pada hari Jumat (3/5) yang lalu, Fadli Zon bersama Wakil Ketua Komisi II DPR Ahmad Riza Patria melakukan inspeksi mendadak (sidak) dan melakukan peninjauan langsung ke ruang server dan operation room KPU.

Sidak yang dilakukan Fadli dan Riza berlangsung selama tiga jam. Ada lima dugaan cacat Situng KPU versi Fadli, antara lain kritik terhadap penggunaan Linux yang gratisan.

“Setelah melihat langsung ke lokasi server di kantor KPU RI, kondisi ruang penyimpanan server sangat tidak representatif. Sistem yang digunakannya juga sederhana. Operating system-nya menggunakan Linux, database mysql, dan program php. Program-program tersebut bahkan bisa diperoleh gratis. Secara fisik, server KPU itu tak representatif. Seorang ahli IT menaksir dari segi biaya server KPU itu di kisaran 1-2 miliar rupiah. Begitu pun dengan operation room-nya,” kata Fadli.

[NOE]

space iklan