Oleh : Muhammad AS Hikam / Akademisi Universitas Presiden

Perang Teluk Bisa Terjadi (Lagi)

  • Whatsapp
as hikam
Mohammad AS Hikam.

Inisiatifnews – Setelah Inggris menyandera sebuah kapal tanker Iran beberapa waktu lalu, kini gantian Iran melakukan hal sama terhadap sebuah kapal tanker Inggris dan kapal berbendera Liberia milik Inggris di Selat Hormuz. 

Pada saat bersamaan, Presiden Amerika Serikat, Donald J. Trump, mengumumkan bahwa pasukannya telah menembak jatuh sebuah Drone (pesawat tanpa awak) milik Iran sebagai balasan terhadap aksi penembakan terhadap Drone AS oleh Iran. Teheran tentu saja membantah klaim Trump tersebut.

Bacaan Lainnya

Kedua persitiwa ini jelas semakin meningkatkan suhu di kawasan sampai ke titik didih yang bisa saja memicu perang antara negara para Mullah tersebut dengan dua negara adikuasa plus Israel yang sudah sangat siap untuk ikut menjadi bagian. 

Jika perang pecah,bimplikasi strategisnya akan luar biasa. Bukan saja bagi geopolitik kawasan, tetapi bagi dunia. Selat Hormuz adalah rute bagi 20 persen minyak dunia. Sementara perang di wilayah tersebut tentu tak akan hanya melibatkan Iran, tetapi negara-negara lain baik di kawasan maupun di luar.

Inggris, AS, dan Iran harus menghentikan eskalasi konflik dengan segera jika perang ingin dihindarkan. Sayanya, Trump tampaknya makin agresif dan Inggris juga belum ada tanda akan mengajak berunding untuk melepas kapal tanker Iran dan sebaliknya.

Indonesia mesti juga bersiaga menghadapi krisis tersebut. Di samping itu, alangkah baiknya jika RI ikut aktif melerai pihak-pihak yang bersengketa demi terjaganya kedamaian di kawasan dan dunia. Amin.

*) Penulis Adalah Pengamat politik President University dan Menteri Negara Riset dan Teknologi Kabinet Persatuan Nasional era Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

Pos terkait