Oleh : Mohammad Daud Loilatu / Ketua Bidang Hukum dan HAM  HMI Cabang Jakarta Pusat – Utara

Semangat Sumpah Pemuda ke 92, Menakar Peran Kaum Muda dalam Momentum Pilkada Serentak 2020

  • Whatsapp
hari sumpah pemuda
Ilustrasi.

Momentum sumpah pemuda 28 oktober 2020 ke – 92 menjadi catatan sekaligus refleksi tersendiri bagi setiap kaum muda Indonesia. Karena di momentum ini bertepatan dengan pesta demokrasi lokal atau pilkada serentak.

Mencermati posisi kaum muda dalam konteks politik elektoral saat ini, ada tiga aspek pemahaman yang dapat saya temukan dalam diri kaum muda indonesia yaitu ; Pertama, kaum muda yang rasional. Kedua, kaum muda partisan. Ketiga, kaum muda dengan latar belakang acuh tak acuh.

Bacaan Lainnya

Kaum muda yang rasional melihat momentum politik elektoral atau ajang pilkada serentak sebagai bagian dari ruang untuk menuangkan ide dan gagasannya menyangkut kesadaran pendidikan politik kepada masyarakat. Kaum muda seperti ini cepat sekali memposisikan diri menjadi bagian terpenting sekaligus poros tenggah dalam mengawal demokrasi serta mengajak masyarakat untuk menjaga nilai-nilai kebangsaan dan Persatuan dalam balutan NKRI.

WhatsApp Image 2020 10 29 at 17.19.32
M. Daud Loilatu.

Kaum muda partisan sepenuhnya tidak memahami perannya sebagai kaum muda dalam konteks politik elektoral. Ia hanya sekedar dijadikan sebagai bumper bagi para politisi yang punya kepentingan. Kaum muda seperti ini cepat sekali dimanfaatkan sebagai alat propaganda politik oleh kelompok tertentu. Sebab, kurangnya kesadaran dan pemahaman tentang sejarah gerakan politik kebangsaan dan posisi dirinya sebagai kaum muda.

Kaum muda dengan latar belakang acuh tak acuh ketika membicarakan soal politik elektoral atau pilkada serentak, mereka tidak terlalu respect. Bahkan seolah tidak mau melibatkan dirinya untuk ikut serta mengawal momentum demokrasi tersebut. Ini menjadi catatan tersendiri bagi publik.

Di momentum sumpah pemuda 2020 sekaligus bertepatan dengan pilkada serentak perlu adanya refleksi kembali tentang sejarah gerakan politik kaum muda 1908 sampai 1928 menjelang pra kemerdekaan saat itu. Kita semua tahu bahwa, kaum muda saat itu begitu luar biasa dengan tekad bersatu padu dalam satu barisan yang rapih untuk membebaskan negerinya dari belenggu tirani kaum penjajah.

Seharusnya ini menjadi catatan sekaligus refleksi penting bagi kaum muda Indonesia masa kini.

Muncul pertanyaan bahwa, kenapa ini menjadi refleksi sekaligus catatan penting bagi kaum muda saat ini, dikarenakan posisi kaum muda saat ini sangat jelas terkotak-kotak, kemudian terpecah belah dan kurangnya pemahaman sejarah gerakan politik kebangsaan, hampir sebagian besar kaum muda saat ini dalam konteks politik elektoral atau pilkada serentak mereka berada di posisi sebagai kaum muda yang partisan sekaligus acuh tak acuh. Sangat disayangkan karena saat ini hanya sebagai kecil yang berada pada posisi kaum muda yang rasional, melek politik dan memahami tugas dan tanggung jawab sebagai kaum muda.

Demikian catatan penulis ini sebagai bahan refleksi dalam momentum sumpah pemuda yang bertepatan dengan pesta demokrasi atau pilkada serentak yang akan berlangsung pada tanggal 9 Desember 2020 mendatang.

Semoga catatan ini dapat memberikan pencerahan terkhusus kepada penulis, kaum muda serta masyarakat Indonesia pada umumnya. Tujuan dari catatan ini sebagai pesan serta ajakan kepada kita semua untuk tetap menjaga solidaritas dan persatuan dalam bingkai NKRI di saat momentum pilkada serentak mendatang. 

“Yakin Usaha Sampai.”

PHP Dev Cloud Hosting

Pos terkait