IYCN Dorong Pemerintah Perkuat Maritime Security Indonesia

Fadli Rumakefing
Ketua Korupsi Nasional Watch (KORONA Watch), Fadli Rumakefing.

INDONESIA berada pada titik nadi garis katulistiwa dunia yang membuat Indonesia menjadi pusat perhatian tidak hanya negara-negara di asia tenggara tetapi juga dunia. Beberapa peristiwa konflik maritim yang sudah pernah terjadi sebelumnya dan beberapa peristiwa belakang ini di laut natuna utara harusnya membuat Pemerintah Indonesia sadar akan pentingnya laut sebagai satu kesatuan dari hak berdaulat Indonesia di laut.

Kondisi geografis Indonesia yang strategis, di kelilingi 80 persen air laut dan 20 persen daratan harusnya Pemerintah mampu mengoptimalkan potensi yang ada sebagai negara maritim sekaligus negara kepulauan terbesar di dunia. Mengingat kompleksitas masalah di laut Indonesia yang sampai hari ini tak kunjung selesai mulai dari aspek Maritime Security, Law Enforcement, Illegal Fishing, Blue Economy, Marine Ecosystem dll.

Bacaan Lainnya

Dari semua rangkai masalah di atas, muncul pertanyaannya adalah sepenting apakah laut bagi Pemerintah Indonesia? dan Sejauh mana fokus Pemerintah Indonesia dalam membangun Maritime Security Indonesia? ataukah “Quo Vadies Maritime Security Indonesia”?

Kompleksitas masalah yang ada diatas harusnya dapat membuat kepekaan Pemerintah Indonesia terhadap laut yang sangat sensitif bagi negara-negara maritim. Dalam hal pertahanan dan keamanan negara, political will Pemerintah harus benar-benar menjalankan amanat UU No. 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara, Pasal 3 ayat (2) “Pertahanan Negara disusun dengan memperhatikan kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan”.

Dalam perspektif maritim disini kita bisa lihat bagaimana China memahami betul betapa pentingnya laut meski pengadilan Arbitrase di Den Haag telah menyatakan klaim china terhadap Laut China Selatan tidak berdasarkan Hukum Internasional, China tetap berpegang teguh pada landasan historisnya untuk menguasai Laut China Selatan (LCS) dengan membangun kekuatan Angkatan Laut nya, mengaktifkan peran Angkatan Lautnya. Demikian juga Amerika Serikat, Laut China Selatan (LCS) telah menjadi medan adu kekuatan Angkatan Laut.

Dalam hal membangun kekuatan maritim Indonesia, pentingnya memadukan komponen non militer dan militer. Selain memadukan dua komponen ini, dibutuhkan juga political will Pemerintah dalam membangun TNI Angkatan Laut menuju World Class Nany.

“Bahwa kita harus dapat menguasai lautan kita, kalau kita hendak menjamin keamanan negara kita seluruhnya. Selama keadaan ini belum tercapai, maka keselamatan negara kita selalu dapat terancam, karena dengan demikian maka justru lawanlah yang akan mempergunakan kemanfaatan-kemanfaatan keadaan fisik daripada Nusantara kita”. (Letnan Jenderal Nasution, 13 Januari 1960).

Pos terkait