Kamis, 20 Februari 2020

Wapres Dorong Pesantren Ciptakan Para Tokoh Perubahan

Maruf Amin
Wakil Presiden RI, KH Ma’ruf Amin saat Silaturahmi dengan Keluarga Besar Pondok Pesantren Qamarul Huda di sela-sela kunjungan kerjanya di Nusa Tenggara Barat. [foto : Istimewa]

Mataram, Inisiatifnews.com – Wakil Presiden KH Maruf Amin menilai bahwa Pondok pesantren tidak hanya sekedar melahirkan orang yang paham agama saja tetapi melahirkan anak yang cerdas, Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul yang menjadi tokoh perubahan untuk kemajuan bangsa.

“Melahirkan tokoh-tokoh perubahan, perbaikan, yang bisa melakukan perbaikan dalam kehidupan masyarakat sesudah mereka kembali ke daerahnya masing-masing,” ujar Kiai Ma’ruf Amin saat Silaturahmi dengan Keluarga Besar Pondok Pesantren Qamarul Huda di sela-sela kunjungan kerjanya di Nusa Tenggara Barat, Kamis (20/2/2020).

Salah satu keinginan pemerintah, kata Wapres, adalah ingin membangun SDM yang unggul. Oleh karena itu, pemerintah melakukan berbagai upaya agar masyarakat Indonesia sehat serta memiliki daya saing, diantaranya melalui pendidikan.

“Karena itu lembaga pendidikan terutama perguruan tinggi, untuk melahirkan SDM yang unggul. Serta pondok pesantren melahirkan anak yang cerdas. Tidak hanya sekedar melahirkan orang yang paham agama,” ungkap Wapres.

Lebih lanjut Wapres mengimbau agar para ulama dapat membimbing anak didiknya yang baik rohani dan jasmaninya, sehingga dapat bersama-sama membantu pemerintah menebar kemaslahatan dan bermanfaat bagi masyarakat luas.

“Itu tugas ulama. Menghilangkan yang membahayakan masyarakat, dan meminimalisir kerusakan atau bahaya di masyarakat,” imbaunya.

Menutup sambutannya, Wapres kembali berpesan agar pesantren dapat berkontribusi dalam mendorong terciptanya individu-individu yang profesional dan memiliki daya saing. Karena dengan memiliki daya saing, seperti tercantum dalam Al Qur’an, kelak diharapkan mereka dapat berlomba-lomba dalam kebaikan.

“Istilah alon-alon asal kelakom sekarang sudah tidak tepat. Sekarang ini harus cepat, tepat, dan memberi manfaat. Pesantren diharapkan memberi kontribusi yang besar,” tutup Wapres.

Sebelumnya, Pengasuh Pondok Pesantren Qamarul Huda Tuan Guru Haji Turmudzi Badaruddin menyampaikan terima kasih atas kehadiran Wapres di pondok pesantren yang dipimpinnya. Ia juga mendoakan kemajuan Indonesia di bawah kepemimpinan Wapres K.H. Ma’ruf Amin.

Insya Allah menjadi negara yang aman, sentosa,” doanya.

Tampak hadir dalam acara silaturahmi, Gubernur Nusa Tenggara Barat Zulkieflimansyah, Anggota DPR RI Helmi Faishal Zaini, dan Pangdam IX Udayana Benny Susianto. (REL)

Pancasila Harus Isi Ruang-ruang Digital

Antonius Benny Susetyo
Romo Antonius Benny Susetyo.

Inisiatifnews.com – Rohaniwan Katolik Antonius Benny Susetyo mengajak Pejabat dan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), untuk mengisi ruang-ruang digital.

“Sekarang ini era digitalisasi, semua serba digital. Marilah era digitalisasi ini kita isi dengan nilai-nilai Pancasila,” ajak Rohaniwan yang akrab disapa Romo Benny dalam Kegiatan Sosilaisasi Peraturan Presiden Nomor 7 Tahun 2018 tentang BPIP di Jakarta, Kamis (20/2/2020).

Lebih lanjut Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah BPIP itu mengajak agar seluruh sosial media milik ASN untuk menyebarkan kontan Pancasila agar nilai-nilai dari ideologi bangsa Indonesia itu tersosialisasi secara masif.

“ASN Milenial di lingkungan BPIP, ayok gunakan media sosial kalian, gunakan kemampuan kalian dalam menggunakan media informasi untuk menyebarkan kebaikan nilai-nilai Pancasila,” serunya.

Selain melalui media sosial, ada sesuatu yang juga tidak kalah penting lagi. Dimana Benny juga berharap nilai-nilai Pancasila dibagikan melalui prilaku dari seluruh ASN BPIP.

“Nilai-nilai kebaikan ini yang diharapkan bisa tercermin dalam setiap kebijakan atau regulasi yang nantinya dibuat dengan melibatkan atau meminta pandangan dari BPIP,” tuturnya.

Secara umum, Romo Benny ingin sekali agar Pancasila bisa tersampaikan secara luas kepada masyarakat melalui platformplatform digital.

“Di era digitalisasi semua harus ada komodifikasi, komodifikasi adalah nilai tambah, nilai tambah dari Pancasila ini harus menjangkau seluruh Indonesia,” pungkasnya.

Terakhir, dia mengingatkan untuk setiap ASN di BPIP agar bisa mengingat roh dari instansi tempat mereka bertugas.

“Roh BPIP itu Pancasila, apa itu intinya gotong royong. Marilah kita bergotong royong dan berkolaborasi dalam melakukan pembumian Pancasila dan mengawal setiap peraturan yang ada di neger ini sehingga tidak bertentangan dengan Pancasila,” tutup Benny. [NOE/FMM]

Mendagri Minta Pemda Dorong Investasi untuk Pertumbuhan Ekonomi

Tito Karnavian
Menteri Dalam Negeri RI, Muhammad Tito Karnavian. [foto : Istimewa]

Jakarta, Inisiatifnews.com – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian meminta kepada seluruh Pemerintah Daerah (Pemda) untuk mendorong investasi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi.

Menurutnya, untuk memajukan investasi, dibutuhkan kerjasama baik Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah.

“Jadi kita kan tahu bahwa untuk mendorong investasi ini perlu ada kerjasama pusat dan daerah, investasi ini sangat penting. Tadi Bapak Presiden sudah menjelaskan dengan sangat detil dan rinci perlunya investasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi,” kata Mendagri saat menghadiri Rakornas Investasi Tahun 2020 di The Ritz Carlton Jakarta Pacific Place, SCBD, Jakarta, Kamis (20/2/2020).

Lebih dari itu, terbukanya peluang investasi akan dapat menopang bonus demografi yang akan dihadapi bangsa Indonesia. Dengan adanya sistem desentralisasi otonomi daerah, membuka kewenangan Pemda dalam dukungan kebijakan investasi.

“Lebih dari itu juga untuk menghadapi bonus demografi, angkatan kerja kita tinggi kalau tidak diberikan pekerjaan nanti ‘nganggur, maka perlu penciptaan lapangan kerja. Untuk menciptakan lapangan kerja itu salah satunya investasi karena tidak menganggarkan dan menyediakan dari APBN saja. Nah masalahnya kan sistem politik dan pemerintahan kita desentralisasi, ada kewenangan di tingkat pusat dan ada juga yang diatur di daerah, sehingga ini butuh kerja sama Pemda untuk membuka peluang investasi ini,” ujarnya.

Mendagri menilai, dengan hadirnya Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) sebagai lembaga untuk merumuskan kebijakan pemerintah di bidang penanaman modal, dapat menjadi ujung tombak kemudahan investasi. Tak hanya itu, Mendagri juga mendorong seluruh Pemda untuk segera memiliki PTSP.

Pihaknya juga mendukung keberadaan PTSP yang sejalan dengan BKPM untuk mendorong terbukanya peluang investasi di segala sektor.

“Kemudian kepala daerah mendelegasikan kewenangan perizinanan kepada dinas ini, tapi mereka harus diberikan pada orang yang tepat, orang yang berintegritas, punya kemampuan. Berikan bantuan biaya, sementara biaya yang dari Pusat belum ada dalam bentuk dana alokasi khusus, maka gunakan APBD dulu, supaya mereka bisa bergerak, bekerja. Nah, mereka mengkoordinasikan perizinan investasi di tingkat daerah sehingga cocok atau paralel dengan BKPM. Jadi ini kakinya BKPM, kita mendukung,” jelasnya.

Sebagaimana diketahui, penyederhanaan birokrasi merupakan bagian dari visi Presiden Joko Widodo, di antara poinnya yakni berkaitan dengan memprioritaskan investasi untuk penciptaan lapangan pekerjaan, memangkas prosedur dan birokrasi yang panjang, terutama yang berkaitan dengan investasi. [REL]

Pemuda Pancasila Dukung Rencana Jagung Bentuk Diskresi Hukum

Arif Rahman
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Majelis Pimpinan Nasional Pemuda Pancasila, Arif Rahman. [foto : Istimewa]

Inisiatifnews.com – Sekretaris Jenderal Majelis Pimpinan Nasional (MPN) Pemuda Pancasila, Arif Rahman menyampaikan bahwa pihaknya sepakat dengan rencana Jaksa Agung (Jagung) ST Burhanuddin yang ingin membentuk diskresi hukum bagi masyarakat kecil.

Baginya, banyak kasus di masyarakat bawah adanya tuntutan hukum yang terkesan tidak adil. Bahkan ia mencontohkan salah satu kasus yang menimpa kakek bernama Samirin (68).

Dalam kasus itu, kakek Samirin sempat divonis dan mendekam di lapas kelas IIA kota Pematangsiantar selama 2 bulan gara-gara dituduh mengambil getah karet di lahan milik PT Brigstone di Simalungun seberat 1,9 kilogram dengan harga Rp 17.000 saja.

“Hal ini didasari dari pengalaman penegakan hukum di kejaksaan yang pernah menghukum seorang kakek karena mengambil bekas getah karet seharga Rp 17.000 di Sumatera Utara,” kata Arif dalam siaran persnya, Kamis (20/2/2020).

Diskresi hukum yang tengah diwacanakan oleh Jaksa Agung itu menurut Arif bisa memberikan perlindungan hukum bagi masyarakat kecil yang terjerat kasus hukum dan dianggap kurang adil menimpa mereka.

Termasuk menurut Arif adalah upaya pemerintah pusat di dalam menghadirkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia sesuai yang termaktub di dalam Pancasila.

“Langkah diskresi hukum untuk rakyat kecil tentunya untuk mewujudkan bentuk konkret penerapan ideologi Pancasila, dimana keadilan sosial bagi masyarakat kecil juga perlu diberikan,” ujarnya.

“Penegakan hukum yang selama ini dianggap tumpul ke atas dan tajam ke bawah dengan dibentuknya diskresi hukum bagi masyarakat kecil oleh Jaksa Agung tentunya rasa adil dapat dirasakan oleh rakyat kecil,” imbuhnya.

Arif juga menyarankan agar pembentukan diskresi hukum yang diambil oleh Jaksa Agung dapat tersosialisasi di jajarannya agar seluruh masyarakat lapisan bawah pun tahu tentang kebijakan pemerintah pusat tersebut. Karena ini bagian dari perlindungan hukum bagi masyarakat kecil.

“Sehingga rakyat kecil (grassrrot) dapat merasakan pemenuhan keadilan hukum di bumi Indonesia dan rasa dari penerapan ideologi Pancasila,” pungkasnya.

Selain itu, Arif juga menambahkan bahwa diskresi hukum itu harus benar-benar menyentuh dan dirasakan masyarakat kecil, bukan orang besar dan kalangan elite yang mempunyai kekuatan pengaruh terhadap penegak hukum.

“Jangan sampai diskresi hukum disalahgunakan oleh orang-orang yang mempunyai kepentingan dalam hal politik kekuasaan atau persoalan ekonomi,” tegasnya. [NOE]

Aksi 212 Ngarep Diterima Istana

Slamet Maarif
Ketua Umum PA 212, Slamet Maarif. [foto : Inisiatifnews]

Inisiatifnews.com – Ketua Umum DPP Persaudaraan Alumni 212 (PA 212), Slamet Maarif mengharapkan agar pihak Istana Negara dapat menerima mereka saat aksi unjuk rasa 212 di depan Istana Negara Jakarta, Jumat (21/2) besok.

“Dari pihak keamanan kemarin menanyakan apakah akan ada audiensi dengan pihak Istana. Kita siapkan tim dan kita siapkan pernyataan sikap serta masukan-masukan dan kita akan berikan kepada pemerintah,” kata Slamet Maarif dalam konferensi pers di Gedung Dewan Dakwah Islam Indonesia (DDII), Kramat Raya, Senen, Jakarta Pusat, Rabu (19/2/2020).

Ia juga menyampaikan bahwa pihaknya tidak mau ditemui dan diajak audiensi selain oleh pihak Istana Negara. Bahkan ketika Kemenko Polhukam mengajaknya beraudiensi pun ia memastikan akan menolaknya.

“Kalau kita diterima di Kemenkopolhukam kami menolak karena aksinya kami bukan di sana tapi di Istana Negara. Kami hanya mau audiensi dengan Istana Negara,” ujarnya.

Sementara ditanya terkait dengan detail aksinya, Slamet Maarif menyatakan Aksi 212 besok di Istana Negara hanya fokus pada isu korupsi.

“Aksi besok hanya fokus mega korupsi karena ini masalah perampokan dan maling uang rakyat yang merajalela dan terkesan dilindungi, makanya harus kita lawan,” jelas Slamet.

Namun dalam konferensi pers tersebut, Koorlap aksi Ustadz Muhammad Subhan tidak bersedia menyebutkan siapa saja yang akan ikut aksi unjuk rasa dengan elemen FPI, PA212 dan GNPF Ulama itu, termasuk ketika moderator konferensi pers, Ustadz Edy Mulyadi memintanya untuk menyebutkan potensi jumlah massa.

Namun secara terpisah, Slamet Maarif ketika diwawancarai usai konferensi pers mengklaim akan ada puluhan ribu massa aksi yang bakal turun.

“Saya yakin akan ada puluhan ribu,” kata Slamet saat doorstop dengan wartawan. [RED/NOE]

Sindir Nadiem Bayar SPP Bisa Pakai Gopay, Said Didu Diminta Melek Teknologi

Dennis Adhiswara
Dennis Adhiswara.

Inisiatifnews.com – Seniman dan netpreneur, Dennis Adhiswara menyinggung tentang statemen Muhammad Said Didu yang menyinggung Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim tentang opsi pembayaran SPP sekolah bisa menggunakan aplikasi e-payment, GoPay.

Menurutnya, pembayaran SPP sekolah melalui aplikasi seperti GoPay tersebut justru mempermudah masyarakat. Apalagi GoPay bukan satu-satunya platform yang menyediakan pembayaran online biaya pendidikan.

“Membayar SPP lewat GoPay akanlah memudahkan. Lagipula, Dana dan LinkAja akan mengadopsi fitur serupa,” kata Dennis dalam kicauan akun twitternya @OmDennis, Rabu (19/2/2020).

Kemudian, Dennis juga memandang opsi penggunaan GoPay untuk mempermudah membayar biaya pendidikan tersebut bukan termasuk monopoli Nadiem Makarim yang juga mantan bos Gojek Indonesia itu.

“Saya rasa, ini bukan monopoli. Kemajuan teknologi adalah keniscayaan,” ujarnya.

Ia pun berharap kepada masyarakat agar tidak menjadi gagap teknologi (gaptek).

Selain itu, Dennis juga berseloroh bahwa banyak sahabatnya yang berusia di atas 40 tahun juga sangat aware dengan perkembangan teknologi seperti saat ini.

“FYI, saya juga punya banyak kenalan berusia di atas 40 tahun, kok . Mereka bijak, dan terbuka dengan teknologi baru. I respect them a lot & i don’t call them boomers,” tuturnya.

“Akan tetapi, kalau ada orang yang kolot, sok tertutup, ngga mau belajar hal baru, dan kekeuh dengan cara lama yang tidak efektif dan tak efisien, kuanggap dia boomer. Berapapun umurnya,” tutup Dennis.

Kicauan Dennis ini pun direspon oleh netizen lain. Anastasia Yulianti pemilik akun Twitter @Anastasia_0107 juga berkomentar jika GoPay bukan platform digital payment yang pertama kali menggunakan fitur tersebut. Bahkan platform startup lain juga sudah mengeluarkan fitur pembayaran biaya pendidikan.

“Tokped (Tokopedia -red) udah duluan ada fitur bayar uang sekolah. Baru gopay nyusul. Lanjut link aja, dll,” ujarnya.

Ia justru heran mengapa aplikasi semacam itu perlu adanya tender terlebih dahulu. Karena tidak ada uang negara yang terkuras di dalam proses pembayaran pendidikan online tersebut.

“Pake tender buat apaan? lha wong ga ada uang negara yang keluar. Sistemnya sama kayak fitur lainnya untuk bayar listrik, bpjs, dll yang ga pake tender segala,” imbuh Anastasia Yulianti.

Sebelumnya, mantan Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Muhammad Said Didu menuding bahwa Nadiem Makarim sudah melakukan tindakan korupsi karena mengarahkan pembayaran SPP sekolah menggunakan GoPay tanda dilakukan tender terlebih dahulu.

[RED]

Amankan Final Piala Gubernur Jatim 2020, 7.000 Aparat Dikerahkan

Kombes Pol. Sumardji
Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Sumardji tengah berbincang dengan supporter Persebaya, Bonek. [foto : Istimewa]

Sidoarjo, Redaksikota.com – Dijadwalkan bahwa Persebaya dengan Persija akan merumput bersama dalam ajang Final Piala Gubernur Jawa Timur 2020 di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo.

Rencananya, acara tersebutkan digelar pada pukul 15.30 WIB.

Berdasarkan keterangan dari Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Sumardji, setidaknya akan ada 7.000 personel gabungan dari unsur Polri, TNI dan instansi terkait siap mengamankan kegiatan olahraga sepak bola tersebut.

“Tujuh ribu personel gabungan tersebut siap mengamankan, baik di dalam stadion Gelora Delta maupun di luar stadion, termasuk di titik-titik akses masuknya suporter menuju stadion,” ujar Kombes Pol. Sumardji usai rapat koordinasi gabungan di Mapolresta Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu (19/2/2020).

Dalam kesempatan ini pula, Kapolresta Sidoarjo menghimbau kepada para pendukung kedua belah pihak agar tetap menjaga keamanan dan ketertiban bersama, apalagi diperkirakan akan ada sekitar 26 ribu penonton akan hadir. Harapannya besar adalah bagaimana agar situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif.

Rapat koordinasi di Mapolresta Sidoarjo tersebut hadiri oleh sejumlah jajaran, antara lain ; Karo Ops Polda Jatim Kombes Pol. Muhammad Firman, Dirintelkam Polda Jatim Kombes Pol. Slamet Hariyadi, Dansatbrimob Polda Jatim Kombes Pol. I Ketut Gede Wijatmika, Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Sumardji, Wakapolresta Sidoarjo AKBP M. Anggi Naulifar Siregar, pejabat utama Polres Sidoarjo, dan Kabagops dari Polrestabes Surabaya dan Polres penyangga. Selain itu hadir pula Sekretaris Asprov PSSI Jatim Amir Burhanuddin, perwakilan dari instansi terkait, serta supporter.

Rapat koordinasi Mapolresta Sidorajo
Rakat koordinasi persiapan pertandingan sepak bola Final Piala Gubernur Jawa Timur 2020 di Mapolresta Sidoarjo. [foto : Istimewa]

Kemudian setelah melalukan koordinasi, malam hari Kapolresta Sidoarjo juga mendatangi sejumlah massa supporter, salah satunya adalah pendukung Persebaya yang dikenal sebagai Bonek.

Dalam kesempatan itu, Kombes pol Sumardji mengimbau agar Bonek tetap menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) sepanjang pra hingga akhir pertandingan.

“Kami menghimbau kepada saudara saya bonek untuk saling menjaga ketertiban. Silahkan bersuka cita dengan tertib. Mulai berangkat ke stadion hingga pulang ke rumah, harus tertib, yang berkendara harus mau mentaati peraturan lalu lintas, dan menjaga keamanan. Sehingga situasi kamtibmas kita tetap aman dan kondusif,” pesan Kombes Pol. Sumardji.

Usai bertemu dan ngobrol dan cangkurkan dengan Bonek, Kapolresta Sidoarjo dan jajarannya juga melakukan pengecekan situasi dan kondisi bagian luar dan dalam Stadion Gelora Delta. Ini dilakukannya juyga sebagai bagian dari kesiapan tempat digelarnya laga final Piala Gubernur Jatim 2020. [LID/RED]

Gubernur NTB Kirim 1.000 Mahasiswa Belajar ke Luar Negeri

Maruf Amin
Gubernur Nusa Tenggara Barat Zulkieflimansyah mendampingi Wapres KH Maruf Amin menghadiri kuliah umum di Universitas Mataram. [foto : Istimewa]

Inisiatifnews.com – Gubernur Nusa Tenggara Barat Zulkieflimansyah, melaporkan mengenai program Provinsi Nusa Tenggara Barat yang dinjalankan saat ini di bawah kepemimpinannya, yaitu pengiriman 1.000 mahasiswa untuk belajar ke luar negeri.

“Kami mengirimkan mahasiswa putra putri terbaik Nusa Tenggara Barat bukan karena kualitas pendidikan di dalam negeri itu kurang dibandingkan universitas di luar negeri,” kata Zulkieflimansyah di Universitas Mataram, NTB, Rabu (19/2/2020).

Zulkieflimansyah juga menyampaikan bahwa ia secara pribadi dan harapannya sebagai Kepala Daerah di NTB agar para putra-putri daerah dapar memperluas wawasan dan ilmu pengetahuannya dengan mengakses pendidikan di mancanegara itu.

“Tapi pesan yang paling jelas dan tegas yang ingin kami sampaikan, bahwa kami ingin mengirimkan putra putri Nusa Tenggara Barat ke luar negeri untuk merubah cara pandang dalam menyikapi hidup ini,” tegasnya.

Kemudian ia juga meyampaikan terima kasih atas kesediaan Wapres memberikan kuliah umum pada hari ini dan berharap agar materi yang dipaparkan dapat menjadi dasar bagi lembaga pendidikan, khususnya kampus, dalam memerangi radikalisme.

“Kami ingin mendengar pandangan dan nasihat Bapak Wakil Presiden. Mudah-mudahan derap langkah kami di Nusa Tenggara Barat terutama mahasiswa menjadi lebih kokoh, lebih kuat dalam memperbaiki pemahaman kita semua dalam hidup berbangsa dan bernegara ini,” tuturnya.

Tampak Hadir dalam kuliah umum siang ini, Gubernur Nusa Tenggara Barat Zulkieflimansyah, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Doni Monardo, Walikota Mataram Ahyar Abduh, Anggota DPR RI Helmi Faishal Zain, dan Pangdam IX Udayana Benny Susianto.

Sementara Wapres didampingi oleh Kepala Sekretariat Wapres Mohamad Oemar, Plt. Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Pemerintahan Muhammad Iqbal, Staf Khusus Wapres Bidang Ekonomi dan Keuangan Lukmanul Hakim, Staf Khusus Wapres Bidang Penanggulangan Kemiskinan dan Otonomi Daerah Muhammad Imam Azis, Tim Ahli Wapres Mochamad Iriawan dan Nurdin Tampubolon serta Bambang Widianto.

Kemudian dalam kesempatan yang sama, Wakil Presiden KH Maruf Amin yang hadir pun menyampaikan imbauannya kepada para pengelola kampus khususnya Universitas Mataram agar terus menggelorakan narasi toleransi dan kerukunan kepada para Mahasiswa dan civitas akademika yang ada. Termasuk narasi tentang patriotisme yang menuju pada sikap bela negara.

“Saya harapkan kampus ini dapat menyampaikan lebih banyak narasi tentang toleransi atau kerukunan, sikap cinta kepada sesama, nasionalisme, patriotisme dan bela negara,” harapnya. [FMM]

AHY Punya Peluang Besar di Pilpres 2024

AHY dan Jokowi
Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) berjabat tangan dengan Presiden Joko Widodo saat menghadiri acara HUT ke 55 Partai Golkar di Golden Ballroom, Hotel Sultan, Jakarta Selatan. [foto : Istimewa]

Inisiatifnews.com – Pengamat politik Wempy Hadir menilai, Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) berpeluang besar untuk bertarung di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

“Saya kira AHY itu punya kans karena dia masih muda, jadi pertarungan ke depan berapa kali Pilpres pun dia masih bisa terlibat,” kata Wempy kepada wartawan, Rabu (19/2/2020). 

Wempy menjelaskan, ada sejumlah faktor pendukung yang membuat putra sulung Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu punya kans untuk mengikuti pesta demokrasi lima tahunan itu. 

“Salah satunya dia merupakan anak mantan presiden yang notabene secara portofolio orang masih memberikan apresiasi terhadap SBY. Dengan demikian SBY juga masih punya modal sosial yang bisa dikapitalisasi untuk kepentingan anaknya. Nah itu yang dimiliki AHY hari ini,” ucap dia. 

Menurut Wempy, AHY termasuk salah satu primadona dalam jajaran pemimpin muda saat ini yang punya potensi bertarung di pilpres mendatang. 

“Artinya posisi AHY diantara kelompok pemimpin muda saat ini, katakanlah angkatannya Puan Maharani, Sandiaga Uno dan yang lainnya, dia salah satu yang potensial. Saya kira AHY primadona juga,” ujarnya. 

Peluang besar ada di kursi Ketua Umum Partai

Direktur Eksekutif Indopolling Network ini juga menambahkan, bahwa peluang AHY maju di pilpres akan semakin terbuka jika ia menjadi Ketua Umum Partai Demokrat. Diketahui, AHY adalah calon kuat Ketum Demokrat pada Kongres 2020 mendatang. 

“Apalagi saya lihat AHY ini memiliki peluang untuk memimpin Demokrat yang kita tau Demokrat ini memiliki kursi yang lumayan juga di Senayan,” ungkapnya. 

“Dengan dia menjadi ketua umum partai, maka itu menjadi ruang bagi dia untuk melakukan safari politik ke seluruh daerah di Indonesia. Dengan demikian makin banyak orang yang mengenal dia dan itu makin bagus secara politik,” jelas Wempy. 

Perlu diketahui bahwa Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyatakan akan mempersiapkan dirinya untuk Pilpres 2024. 

“Saya akan terus mempersiapkan diri untuk 2024 mendatang,” kata AHY di Kupang, NTT.

Mantan Komandan Kogasma Partai Demokrat itu mengaku bahwa saat ini dirinya masih fokus menjaring aspirasi masyarakat di seluruh Indonesia dan konsolidasi partai. 

“Saya tak ingin berandai-andai. Saya ingin terus mempersiapkan diri untuk melaksanakan tugas-tugas apapun yang Insya Allah akan diembankan kepada saya,” jelasnya. [NOE]

Wapres : Lembaga Pendidikan Pegang Peran Penting Tanggulangi Radikalisme

Ma'ruf Amin
Wakil Presiden KH Marif Amin saat memberikan Kuliah Umum yang bertajuk “Penangkalan Paham Radikalisme di Kalangan Mahasiswa” di Universitas Mataram, Nusa Tenggara Barat. [foto : Istimewa]

Mataram, Inisiatifnews.com – Wakil Presiden, KH Maruf Amin menyampaikan, bahwa selain sebagai tempat belajar, lembaga pendidikan seperti kampus juga harus menjadi tempat pembinaan karakter yang diperlukan untuk membangun bangsa.

Kemudian Kiai Maruf juga mengatakan, bahwa pembinaan karakter ini nantinya memiliki peran penting dalam penangkalan radikalisme.

“Saya berkeyakinan upaya penanggulangan radikal terorisme dari hulu ke hilir harus dimulai dari pendidikan. Karena itu peran lembaga pendidikan termasuk kampus sangat penting,” kata KH Marif Amin saat memberikan Kuliah Umum yang bertajuk “Penangkalan Paham Radikalisme di Kalangan Mahasiswa” di Universitas Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Rabu (19/2/2020).

Kemudian, mantan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini juga mengimbau kepada para pengelola kampus agar menyalurkan narasi toleransi dan kerukunan kepada para Mahasiswa dan civitas akademika yang ada di sana. Termasuk narasi tentang patriotisme yang menuju pada sikap bela negara.

“Saya harapkan kampus ini dapat menyampaikan lebih banyak narasi tentang toleransi atau kerukunan, sikap cinta kepada sesama, nasionalisme, patriotisme dan bela negara,” harapnya.

Lebih lanjut, orang nomor dua di Republik Indonesia itu pun memaparkan tentang 5 framework penangkalan dan radikalisme yang telah disiapkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Adapun kelima framework tersebut antara lain ; (1) kelompok indifference, (2) kelompok latent, (3) kelompok expressive, (4) involvement grup, dan (5) action grup.

“Tujuan saya menyampaikan framework ini adalah agar kita memahami tahapan perubahan seseorang yang tadinya tidak memiliki pikiran radikal, perlahan-lahan dicuci otaknya melalui proses radikalisasi sehingga dapat menjadi pelaku terorisme. Dengan memahami framework ini kalangan kampus diharapkan dapat membantu dalam melakukan penangkalan radikalisme dan terorisme ini,” tutur Wapres.

Pada kesempatan ini Wapres juga mengingatkan bahwa salah satu pemicu terjadinya radikalisasi adalah adanya intoleransi. Ia menekankan, bahwa Indonesia sebagai bangsa yang majemuk rentan dengan terjadinya intoleransi. Untuk itu, pendiri bangsa ini telah sepakat untuk membangun Indonesia sebagai negara yang menjamin kemajemukan.

“Oleh karena itu, kita harus menjaga dan mengembangkan teologi kerukunan dalam berbangsa dan bernegara,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Wapres menyampaikan apresiasi kepada seluruh civitas akademika Universitas Mataram atas kontribusinya dalam membahas salah satu tantangan bangsa, yaitu penanganan radikal terorisme dan mendorong agar lembaga pendidikan lainnya dapat turut berkontribusi dalam memberantas radikalisme melalui sisi pendidikan dan karakter.

“Saya mengharapkan agar seluruh civitas akademika Universitas Mataram dapat dengan fasih menyampaikan seluruh pesan-pesan di atas tadi. Saya juga mengharapkan agar kampus-kampus lain dapat mengikuti jejak Universitas Mataram untuk secara serius memerangi faham radikal terorisme,” tutup Wapres. [FMM/RED]

BERITA TERBARU