pengemis pakai e-payment
Seorang pengemis menyodorkan barcode WiChat.

Inisiatifnews – China adalah salah satu negara dengan jumlah transaksi non-tunai tertinggi di dunia, berbagai transaksi di negara Tirai Bambu itu banyak sekali yang menggunakan teknologi aplikasi e-payment, mulai dari membayar makanan, pemesanan hotel hingga pembelian tiket pesawat.

Tidak hanya transaksi jual beli saja, bahkan di China baru-baru ini dikabarkan pengemis pun menggunakan fitur teknologi ini untuk meminta sumbangan dan belaskasihan dari masyarakat.

Salah satu pengguna Facebook asal Malaysia bernama Fazil Irwan menceritakan kisahnya tentang perjalanan sahabatnya di negeri yang dipimpin oleh Xi Jinping itu.

Saat itu teman Fazil sedang makan malam di sebuah tempat di China. Tiba-tiba ia didatangi oleh seorang pengemis untuk meminta sedekah darinya. Karena tak membawa uang receh tunai, teman Fazil pun menyampaikan permohonan maafnya dengan sopan.

Namun yang menjadi unik, sang pengemis itu menawarkan pemberian sedekahnya melalui aplikasi e-payment dari WiChat. Sontak sang pengemis itu menyodorkan kode barcode ke teman Fazil agar bisa memberinya uang secara online.

“beberapa teman kami pergi untuk makan malam dan seorang pengemis di jalan meminta uang. Salah satu teman kami mengatakan kepada pengemis bahwa dia tidak memiliki uang tunai. Kata pengemis itu tidak apa-apa, anda dapat membayar melalui Wechat,” tulis Fazil Irwan.

China salah satu negara pengguna sistem e-payment terbesar di dunia.

Sejak tahun 2014 silam, negara-negara di dunia tengah menggalakkan Cashless Society alias gerakan masyarakat tanpa uang tunai. Dan di Indonesia sendiri juga menerapkan hal yang sama yakni Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT). Dan berdasarkan catatan dari Forex Bonuses, diperkirakan tahun 2020 nanti masyarakat di beberapa negara akan melakukan pembayaran non-tunai secara massal.

Sementara berdasarkan data mereka pada bulan Oktober 2017 silam, bahwa beberapa negara sudah melakukannya, termasuk China. Sebagai negara dengan penduduk terbesar di dunia, mereka menjadi salah satu negara terbesar di dunia yang melakukan transaksi non tunai.

Berikut adalah 10 negara pengguna transaksi non-tunai terbesar di dunia berdasarkan catatan Forex Bonuses pada Oktober 2017 lalu :

1. Kanada : 6,48 persen
2. Swedia : 6,47 persen
3. Inggris : 6,42 persen
4. Prancis : 6,25 persen
5. Amerika Serikat : 5,87 persen
6. China : 5,17 persen
7. Australia : 4,92 persen
8. Jerman : 4,14 persen
9. Jepang : 3,12 persen
10. Rusia : 1,95 persen

[]

space iklan