Di Depan Ratusan Direksi BUMN, Livi Zheng Berbagi Pengalaman & Kepemimpinan

  • Whatsapp
IMG 20190328 081528

Inisiatifnews – Untuk kesekian kalinya, Livi Zheng tampil di hadapan publik. Kemarin siang, di depan lebih dari 100 orang direksi Badan Usaha Milik Negara (BUMN), sutradara Hollywood asal Indonesia yang tinggal di Los Angeles, Amerika Serikat (AS) hadir sebagai pembicara di acara BUMN HCM “Great Leaders Camp” di Bogor, Jawa Barat.

Topik yang dibawakan Livi Zheng dalam acara tersebut adalah “The Self-Disruptive Leader”. Sebelum berbicara, Livi Zheng memutarkan cuplikan filmnya, “Brush With Danger” dan “Bali: Beats of Paradise”. Para peserta merespon hangat dua film tersebut.

Bacaan Lainnya

Tentang topik presentasinya, Livi Zheng menyatakan, disruptif dikenal sebagai perubahan dari masa datang ke masa kini, yang bisa berujung kekacauan akibat ketidaksiapan sumber daya manusia (SDM) dan antisipasi perubahannya. Menurut perempuan muda asal Blitar, Jawa Timur ini, di tengah era disruptif sekarang, seorang pemimpin, tak selalu lahir lewat pembelajaran di sekolah maupun dari lingkaran kekuasan, tapi dari lingkungan tak terduga. Hal ini seperti dalam pembuatan film.

Karenanya, seorang pemimpin seperti itu, harus punya kemampuan menangkap dan mengolah ide-ide dari anak buah dan lingkungan sekitarnya, negara bahkan budayanya untuk karya-karya dan kemajuan organisasinya.

Dengan karakter inilah, lanjut Livi Zheng, seorang pemimpin juga harus bisa menularkan jiwa kepemimpinannya dan melahirkan pemimpin-pemimpin baru dalam lingkungan berbeda. “Dengan demikian, kemajuan organisasi kita akan semakin kuat dan luas cakupannya,” tutur Livi Zheng.

Dalam kesempatan itu, ia bercerita 15 tahunnya tinggal dari mulai di Beijing hingga di Hollywood. Pada berbagai pengalaman di dunia sinematografi, Livi Zheng memimpin sejumlah kru yang semuanya orang Amerika. “Mereka saya ajarkan makan makanan Indonesia, mengenakan batik Indonesia, dan berbahasa Indonesia,” ujarnya.

Menurutnya, berkarir di Amerika, persaingan yang dihadapinya bukan hanya film-film lokal Amerika, tapi juga film-film dari seluruh dunia. Namun, dengan kepemimpinan yang diterapkannya, di antaranya dengan tetap mempertahankan identitas dan akar budaya bangsa, Livi Zheng tak khawatir dengan persaingan tersebut.

“Menjadi orang Indonesia yang dibesarkan di negara yang sangat kaya ini adalah sebuah kelebihan dan dapat memberikan inspirasi tersendiri. Hampir di semua film saya, saya selalu memasukkan unsur-unsur Indonesia. Misalnya di filmnya Brush with Danger, kami memasukkan 50 lukisan dari Indonesia. Demikian pula dalam film Insight, saya memasukkan pencak silat dalam koreografinya. Bahkan, untuk studio film saya, saya menggotong satu container furniture Indonesia ke sana,” ungkap Livi Zheng.

Di film terbarunya “Bali: Beats of Paradise”, Livi Zheng mengangkat kisah inspiratif pemain sekaligus composer gamelan Nyoman Wenten, yang mengejar mimpinya sebagai seniman Bali di Amerika lewat gamelan Bali.

“Segala halangan dihadapinya, hingga pengorbanannya meninggalkan keluarga beberapa tahun untuk menyebarkan gamelan di negeri orang. Kini, berkat Nyoman Wenten, gamelan sudah diajarkan di kampus-kampus bergengsi di Amerika,” ujarnya.

Saat ini, gamelan menjadi mata kuliah khusus di banyak universitas di AS, di antaranya, di Harvard University, Massachusetts Institute of Technology (MIT), University of California-Los Angeles (UCLA) dan University of California-Berkeley (UC-Berkeley).

IMG 20190327 WA0003

Pertahankan Identitas dan Akar Budaya

Sebagai sutradara film, Livi Zheng tetap mempertahankan identitas dan akar budaya Indonesia, karya-karyanya selain sangat unik, juga mampu bersaing di Hollywood.

Buktinya, film “Bali: Beats of Paradise” tayang di bioskop-bioskop Amerika, penayangan perdananya berlangsung di Academy of Motion Picture Arts and Sciences, Beverly Hills. Film ini juga diundang dan ditayangkan di Walt Disney Animation Studios Amerika. Bahkan, Livi Zheng akhirnya dipercaya menjadi konsultan Walt Disney Pictures untuk wilayah Asia Tenggara.

Di akhir sesinya, selain menyatakan “Bali: Beats of Paradise” akan ditayangkan di jaringan bioskop-bioskop Lotte di Korea pada April mendatang dan ditayangkan perdana di Indonesia pada Juli 2019, Livi Zheng juga mengajak para direksi BUMN bekerjasama untuk mensosialisasi gamelan lewat film “Bali: Beats of Paradise” di bioskop-bioskop Indonesia. (FM)

PHP Dev Cloud Hosting

Pos terkait