Bali: Beats of Paradise, Alunan Gamelan Mendunia

  • Whatsapp
images 19

Inisiatifnews – Sutradara Hollywood asal Indonesia, Livi Zheng baru merampungkan film drama dokumenter tentang sisi lain eksotisme Bali lewat gamelan, “Bali: Beats of Paradise”.

Film yang diapresiasi Walt Disney dan masuk dalam nominasi Best Picture di Piala Oscar 2018 akan tayang di bioskop-bioskop Indonesia, Juli 2019 mendatang.

Bacaan Lainnya

Bali: Beats of Paradise tayang di bioskop-bioskop Amerika, dan penayangan perdananya berlangsung di Academy of Motion Picture Arts and Sciences, Beverly Hills. Yang bikin keren dan membanggakan, Bali: Beats of Paradise bersaing ketat dengan film Marvel Comics besutan Anthony dan Joe Russo, yakni Avenger: Infinity War. Bagi Livi Zheng, bisa bersaing dengan film garapan Marvel Studios saja sudah sangat bersyukur. Ini sebuah kebanggaan bagi Livi Zheng dan Tim meskipun nanti gagal menyabet Oscar.

Sebab, mimpi utama perempuan kelahiran Blitar, Jawa Timur 3 April 1989 ini memperkenalkan gamelan Bali kepada dunia. “Apapun hasilnya, tim sudah mempersembahkan yang terbaik. Lewat Film Bali Beats of Paradise harapannya semakin banyak orang yang mengenal Indonesia, dunia lebih mengenal gamelan,” kata Livi Zheng.

Secara singkat, film ini bercerita tentang sosok inspiratif Nyoman Wenten, seorang pemain sekaligus komposer gamelan dari Bali yang mendedikasikan puluhan tahun hidupnya untuk melatih gamelan sekaligus mengejar mimpinya sebagai seniman Bali di Los Angeles, Amerika Serikat.

Segala halangan dihadapinya, hingga pengorbanannya bertahun-tahun meninggalkan keluarga untuk menyebarkan gamelan di negeri orang. Hebatnya lagi, muncul Judith Hill, penyanyi asal California peraih Grammy Award 2015 yang bekerja sama dengan Nyoman Wenten saat membuat satu di antara video musiknya.

Berkat menggarap film ini, Livi Zheng banyak belajar segala hal tentang gamelan. Dia bangga ternyata unsur gamelan dipakai dalam banyak film Hollywood seperti Avatar, iklan komersil sebuah maskapai Amerika, hingga backsound games.

Bahkan, ada beberapa universitas di AS yang membuka program gamelan. Berkat Nyoman Wenten, gamelan sudah diajarkan di kampus-kampus bergengsi di Amerika sebagai mata kuliah khusus sepertii Harvard University, Massachusetts Institute of Technology (MIT), University of California-Los Angeles (UCLA), dan University of California-Berkeley (UC-Berkeley).

Walt Disney Studios, di Burbank, AS, juga melirik film karya Livi Zheng. Walt Disney bahkan telah mengirimkan email resmi kepada Livi Zheng untuk menayangkan film garapannya di Walt Disney Animation Studios Amerika.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Prof. Mahfud MD belum lama ini juga memuji keberhasilan film “Bali: Beats of Paradise” yang mengangkat budaya asli Indonesia karya Livi Zheng.

Melalui akun twitternya @mohmahfudmd, dia menyebut keberhasilan film “Bali: Beats of Paradise” sebagai prestasi anak bangsa. “Prestasi anak bangsa di Hollywood. Livi Zheng,” tulis Mahfud Desember lalu.

beats of paradise

Keberhasilan Bali: Beats of Paradise juga turut melambungkan nama Livi Zheng. Sejumlah universitas di AS mengundangnya. Dia juga diminta hadir di sejumlah event di AS. Bahkan, Livi Zheng akhirnya dipercaya menjadi konsultan Walt Disney Pictures untuk wilayah Asia Tenggara.

Kata Livi Zheng, dunia harus tahu ‘harta karun’ di negara dengan 17.000 gugusan pulau ini. Lewat film ini, harapannya dunia tertarik melihat keindahan, keeksotisan, dan keramahan Indonesia secara langsung.

Promosi wisata memang sukses lewat film. Livi Zheng pernah menggelar konser Amazing Blitar di Blitar yang diputar di Downtown Los Angeles, AS. Konser sukses berefek meningkatnya wisatawan asing yang datang langsung ke Blitar.

“Film Amazing Blitar ini syuting langsung di Blitar. Bertepatan dengan HUT ke-693 kota ini. Belum setahun konser, banyak warga AS yang datang langsung ke Blitar. Mereka ini pengunjung Amazing Blitar yang penasaran dan ingin melihatnya kota ini secara langsung,” tuturnya.

Livi Zheng pun berencana menggelar konser Nusantara di Los Angeles dengan menampilkan film dan live music dari berbagai wilayah nusantara secara bersamaan. Selain budaya, seni, dan pariwisata, konser Nusantara ini juga akan ‘menjual’ keanegaragaman kuliner Indonesia. (FM)

PHP Dev Cloud Hosting

Pos terkait