Layar Terbesar di Dunia untuk “Bali: Beats of Paradise”

  • Whatsapp
IMG 20190402 201614
Gala premiere “Bali: Beats of Paradise” di Superplex G Theater 21, Lotte World Mall, Seoul, Korea Selatan, Minggu (31/03/2019).

Inisiatifnews – Animo masyarakat Seoul, Korea Selatan (Korsel) begitu tinggi menyambut film karya sineas Indonesia Livi Zheng, “Bali: Beats of Paradise”.

Pada Minggu (31/03/2019), gala premiere “Bali: Beats of Paradise” berlangsung di Superplex G Theater 21, Lotte World Mall, Seoul. Superplex G Theater 21 di Lotte World Mall, Seoul, adalah teater dengan layar terbesar di Korsel dan bahkan di dunia, mampu menampung 622 orang, dengan layar selebar 34 meter dan panjang 13,8 meter dan pernah dinobatkan oleh Guinness World Records pada tahun 2014.

Bacaan Lainnya

Penayangan film yang digarap di Amerika Serikat dan Bali dan mendapat sambutan hangat ini dihadiri sejumlah duta besar, pejabat pemerintah Korsel serta CEO perusahaan dari Negeri Ginseng itu. Teater berkapasitas 622 penonton ini penuh sesak penonton yang rela antri sejam sebelumnya.

Livi Zheng menjelaskan, film garapannya ini bercerita tentang perjalanan sepasang seniman asal Bali yang bermimpi memperkenalkan gamelan ke dunia internasional.

“Bali: Beats of Paradise” melibatkan musisi dunia seperti Judith Hill, penyanyi dan juga pencipta lagu asal California dan I Wayan Balawan, gitaris jazz Indonesia dari Bali yang tenar lewat touch tapping style-nya.

“Saya semakin terinspirasi dan mendalami gamelan saat menyutradarai film ini. Saya akan terus mengangkat kebudayaan dan seni Indonesia di panggung dunia,” kata sang produser, Livi Zheng.

Sebelumnya, trailer film ini juga tayang di Seoul Sky, bangunan tertinggi di Korsel. Sejak trailer film ini ditayangkan di Seoul Sky, banyak pihak menunggu penayangannya di bioskop-bioskop di Korsel. Film ini rencananya akan tayang serentak di seluruh jaringan Lotte Cinema di Korsel selama seminggu full mulai tanggal 15 April 2019.

Film yang akan tayang di Indonesia pada bulan Juli nanti juga melibatkan Duta Besar RI untuk Korsel Umar Hadi sebagai produser bersama eks bankir, Julia Gouw.

“Saya beruntung bertemu dengan Sutradara Livi Zheng dan Bankir Indonesia di Amerika Julia Gouw yang punya hasrat sama yakni mempromosikan Gamelan. Inilah awal terciptanya film. Saya ingin Gamelan semakin dikenal di mancanegara dan terus diajarkan serta diwariskan ke generasi muda kita,” ungkap Dubes Umar.

“Bali: Beats of Paradise” diharapkan semakin membuat Indonesia dikenal di Korsel dengan gamelannya. Sama halnya Korsel yang sangat dikenal di Indonesia lewat K-Pop nya.

Gamelan, sebagai budaya Indonesia yang memang sudah lumayan tenar di Korsel ini membuat “Bali: Beats of Paradise” relatif gampang dinikmati masyarakat Korsel. “Amazing! Saya jadi makin suka gamelan dan kebudayaan Indonesia. Saya rekomendasikan film ini untuk ditonton,” ungkap salah satu penonton Youngsil Park.

Rektor Dong-ah Institute of Media and Arts, Young Choi yang turut hadir menonton juga mengapresiasi. “Film ini membuat saya jatuh cinta lagi dengan Indonesia, terutama dengan Bali,” pujinya. (FM)

PHP Dev Cloud Hosting

Pos terkait